Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Apr 2021 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Langgar Lockdown, Pria Filipina Dihukum Squat Sampai Mati

Festival of Light di Makati, Filipina
Ilustrasi suasana malam di Filipina Foto: Rachman Haryanto
General Trias -

Seorang pria di Filipina meninggal dunia setelah dihukum squat oleh polisi setempat. Dia dihukum squat lebih dari 300 kali karena melanggar aturan lockdown.

Pria tersebut bernama Darren Manaog Penaredondo. Darren dihentikan polisi Filipina saat berada di jalanan karena telah melewati jam malam yang ditetapkan, yaitu pukul 18.00 waktu setempat, sebagai salah satu aturan lockdown di Filipina, pada Kamis (1/4) pekan lalu.

Darren keluar dari rumah karena hendak membeli air minum. Sebagai hukuman, Darren harus squat alias lompat jongkok bersama dengan para pelanggar lockdown lainnya.

Darren bersama pelanggar lockdown yang lain harus melakukan squat secara kompak dan bersamaan. Jika ada yang tidak kompak, maka hitungan squat akan dimulai dari awal lagi.

Akibatnya, Darren squat sampai lebih dari 300 kali. Menurut pihak keluarga, Darren diketahui baru dipulangkan ke rumah pada hari Jumat (2/4) pagi.

"Dia pulang ke rumah Jumat pukul 08.00 pagi dan dia tidak bisa berjalan normal. Setelah Sabtu pagi, dia mengalami kejang-kejang," kata saudara Darren, Adrian Lucena, seperti dikutip detikTravel dari 9News Australia, Selasa (6/4/2021).

Pada Sabtu (2/4) pagi, pukul 10.00 waktu setempat, Darren menghembuskan nafas terakhirnya. Adrian dan keluarga sangat terpukul dengan kepergian Darren.

"Saudaraku, selamat jalan. Kami sangat mencintaimu," kata Adrian.

Ony Ferrer, walikota General Trias, kota tempat tinggal Darren, pun turut berbela sungkawa atas berpulangnya Darren ke pangkuan Tuhan. Dia memerintahkan agar insiden ini diinvestigasi sampai tuntas.

"Pemerintahan kota General Trias menerapkan standar kesehatan untuk mencegah meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di kota ini. Menyakiti atau menyiksa orang yang melanggar standar itu bukanlah bagian dari kebijakan kami," kata Ferrer dalam pernyataannya ke media.

Human Rights Watch menyatakan aksi polisi Filipina dalam menindak pelanggar lockdown sudah kelewat batas dan termasuk dalam tindakan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

Selain hukuman squat yang sampai menghilangkan nyawa, beberapa hukuman lain juga tengah disorot, seperti di provinsi Laguna, dimana ada 5 pemuda yang dimasukkan ke kandang anjing yang kecil karena melanggar lockdown. Sementara di Paranaque, pelanggar lockdown dihukum duduk di tengah terik matahari.



Simak Video "Belanda Perpanjang Aturan Jam Malam Hingga 31 Maret 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA