Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 16 Apr 2021 10:02 WIB

TRAVEL NEWS

Tekan Covid-19, Angkor Wat Ditutup Dua Pekan

Femi Diah
detikTravel
406001 06: (FEATURE STORY- RELIGION IN CAMBODIA - 6 OF 14) An exterior view of temple Prasat Kravan is shown May 27, 2002 in Angkor, Cambodia. Most of the dozens of temples were built during the height of the Khmer Empire beginning as early as 900 A.D. As restoration efforts continue to preserve the many temples which served as the cultural center of the Khmer Empire, tourism also has boomed in recent years. (Photo by David Greedy/Getty Images)
Angkor Wat tutup dua pekan karena Corona. (David Greedy/Getty Images)
Phnom Penh -

Pemerintah Kamboja menutup kawasan wisata paling populer, Angkor Wat, selama dua pekan. Itu untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Dikutip dari AP, Jumat (16/4/2021), Angkor Wat ditutup sejak 7 April hingga 20 April 2021. Otoritas Apsara, badan pemerintah Kamboja yang mengawasi situs arkeologi, mengatakan disetopnya kedatangan turis lokal dan asing ke Angkot Wat cukup krusial untuk membantu mencegah penularan virus Corona.

Situs Angkor, di provinsi barat laut Siem Reap, mendatangkan 2,2 juta turis asing pada 2019. Tetapi, jumlahnya mengalami penurunan tajam tahun lalu karena pandemi Covid-19.

Saat ini, Kamboja mengizinkan turis masuk, tetapi mereka harus menjalani karantina.

Penutupan Angkor Wat itu menjadi lanjutan tindakan yang diambil Kamboja setelah jumlah kasus virus Corona melonjak pada Februari.

Kementerian Kesehatan mengumumkan 113 kasus lokal baru virus Corona dan dua kematian. Kamboja telah mencatat total 3.028 kasus, termasuk 23 kematian.

Sudah begitu muncul potensi adanya virus Corona varian baru. Saat ini, Kementerian Kesehatan Kamboja sedang melacak wabah virus Corona terbaru ke seorang warga asing yang melanggar karantina di sebuah hotel. Dia malah pergi ke kelab malam pada awal Februari.

Pada 20 Februari lalu, pemerintah Kamboja mengumumkan rencana penutupan semua sekolah umum, bioskop, bar, dan tempat hiburan di ibu kota Phnom Penh selama dua pekan.

Andai jumlah kasus Covid-19 meningkat, penutupan untuk sekolah, pusat kebugaran, ruang konser, museum, dan tempat berkumpul lainnya diperpanjang.

Sebuah hotel mewah yang tidak berfungsi di Phnom Penh diubah menjadi rumah sakit untuk pasien virus Corona dengan 500 kamar. Pemerintah juga menerapkan undang-undang baru berupa hukuman pidana kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan.

Penggunaan masker diwajibkan di Phnom Penh dan empat provinsi terpadat di Kamboja.

Pemerintah meningkatkan batasan lain pada awal bulan ini, termasuk penerapan jam malam, mulai pukul 20.00 hingga 05.00, selama dua pekan di Phnom Penh.

Kamboja juga memperluas kampanye vaksinasi virus Corona, menargetkan 1 juta dosis sebulan mulai bulan April. Hingga akhir Maret, sekitar 400.000 orang, dengan sepertiga di antaranya anggota angkatan bersenjata, telah divaksin Covid-19.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan vaksinasi bersifat sukarela, tetapi pegawai negeri dan anggota militer berisiko diberhentikan jika menolaknya.



Simak Video "Masjid Desa Bayan Lombok, Menjaga Kesakralan di Tiap Sudutnya"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA