Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Apr 2021 03:35 WIB

TRAVEL NEWS

Desa Wisata Digenjot, Ini Bentuk Program Bantuan dari Pemerintah

Sandiaga di Desa Ekang Angculai
Sandiaga di Desa Ekang Angculai Foto: (dok Kemenparekraf)
Jakarta -

Desa-desa wisata jadi salah satu fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menggaet wisatawan domestik kala pandemi COVID-19. Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.

"Kemarin (rapat kerja dengan) Komisi X desa wisata ini digenjot, di-challenge, untuk 2022 dinaikkan bisa 1.000 desa wisata," ujar Menparekraf Sandiaga Uno kepada detikcom.

Selama ini, desa-desa wisata tersebut dikelola secara mandiri oleh komunitas di desa masing-masing. Pemerintah pun akan memberikan berbagai bantuan.

"Nanti kita (Kemenparekraf) bantu pelatihan, sanitasi, toilet, kalau dari PUPR renovasi, pembiayaan homestay, perbaikan jalan, kalau dari Kominfo WiFi, itu kan yang penting banget, Kementerian BUMN itu listrik. Itu semua dicukupkan, nah kita juga akan mengisi dengan produk kulinernya," ujarnya.

Untuk mengembangkan desa wisata, Kemenparekraf akan memperkuat kolaborasi dengan bersinergi program bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT). Diharapkan kolaborasi ini dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan kita perlebar. Sesuai arahan Presiden, desa wisata ini jadi platform yang akan kita gaspol di tahun 2021," ujar Sandi dalam kesempatan sebelumnya.

Desa wisata atau rural tourism, dikatakan Sandiaga, telah menjadi tren pariwisata dunia. Pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan yang santai dan sehat, menarik semakin banyak wisatawan.

Di Eropa, 15 persen dari total kapasitas amenitas berada di desa-desa wisata yang berkelanjutan berupa homestay. Begitu juga dengan serapan tenaga kerja, desa wisata memiliki potensi yang besar. Di Inggris, desa wisata menyumbang 12 persen lapangan kerja.

Indonesia dengan jumlah desa yang mencapai lebih dari 74 ribu, ditambah dengan kekayaan budaya serta ekonomi kreatif, tentu memiliki peluang besar dalam menghadirkan desa wisata.

"Kita ingin program-program bersinergi untuk desa wisata, membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memajukan kesejahteraan umum. Kita mulai Indonesia Maju dari desa wisata," kata Sandiaga Uno.



Simak Video "Desa Wisata RI Disebut Berpotensi Jadi Digital Nomad"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA