Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Apr 2021 18:54 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Kagum dengan Nepal Van Java: Ini Sangat Epic

Eko Susanto
detikTravel
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Nepal Van Java
Menparekraf Sandiaga Uno di Nepal Van Java. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengaku kagum dengan keindahan pemandangan alam di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng yang dikenal dengan Nepal Van Java. Sandi yang bermalam di Nepal Van Java bisa menikmati sunrise.

"Ini pemandangan yang sangat epic, yang kita kenal sebagai Nepal Van Java. Selain pemandangan epic, yang kita rasakan ini adalah suasana yang majestic, suasana yang sangat eksotis," kata Sandi kepada wartawan di Nepal Van Java, Kabupaten Magelang, Sabtu (3/4/2021).

Sandi menuturkan, pengalamannya bermalam di Griya Butuh yang bisa menikmati sunrise. Yang sebelumnya diarahkan untuk menginap di Kota Magelang, namun akhirnya memilih untuk nginap di Griya Butuh.

"Tadi malam 'Saya tidur disini (Griya Butuh)'. Lha ini adalah hasil karya anak-anak bangsa yang mengonversi dusun menjadi tempat yang sangat instagramable. Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan kegiatan webinar sama Mbak Ika yang mengelola Griya Butuh dan saya tercengang, terkagum melihat bagaimana pemandangan ini. Begitu 'saya upload di instagram yang nonton hampir 1 juta," kata Sandi.

"Nah oleh karena itu saya langsung bilang 'aku mau ke sini' dan kemarin aku putusin mau nginap. Tadinya diarahkan untuk menginap di Kota Magelang, tapi akhirnya seizin bapak-bapak disini semua, saya menginap dan begitu bangun pagi saya nggak nyesel nginep disini karena pemandangan sunrisenya betul-betul luar biasa," tutur Sandi.

Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Nepal Van JavaMenparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Nepal Van Java. Foto: Eko Susanto/detikcom

Dalam kesempatan tersebut, Sandi menyampaikan bahwa pemerintah telah melarang mudik Lebaran dan tetap mendukungnya. Untuk itu, pihaknya mengingatkan para pengelola Nepal Van Java, nantinya Dusun Butuh tetap siap karena pasti ada kunjungan dari wisatawan.

"Sekarang mudik ditiadakan, keputusan pemerintah kita harus mendukung, tapi Dusun Butuh ini mesti siap. Karena apa, pasti ada kunjungan yang sangat luar biasa, warga Kota Magelang, mungkin Semarang yang tidak bisa mudik akhirnya datang cari yang dekat. Nah jadi protokol kesehatannya jangan sampai kita lengah, jangan sampai ada klaster wisata. Karena wisata ini harusnya menjadi solusi bukan menjadi masalah pandemi," pesan Sandi.

Selain itu, Sandi juga berpesan kepada pengelola Nepal Van Java untuk melakukan adaptasi digitalisasi baik pembayaran, instagram dan aplikasi plesiran.

Dalam kesempatan itu webinar beberapa waktu lalu, disampaikan pula keberadaan infrastruktur jalan menuju Nepal Van Java. Namun demikian, setelah melakukan perjalanan dari Kantor Kecamatan Kaliangkrik menggunakan sepeda motor Sandi mengetahui kondisi jalan yang ada.

"Waktu webinar saya bicara sama Pak Lilik (Kadus Butuh), Mbak Ika (pengelola Griya Butuh), ada keinginan untuk jalannya diperlebar, tapi setelah tadi naik motor yang menurut saya yang menjadi eksotis itu jalannya sudah cukup, tapi diperbaiki," kata Sandiaga.

"Jangan diperlebar karena khawatir kalau diperlebar nanti akhirnya bus-bus yang pada datang ke sini masyarakat sini nggak menikmati hasilnya. Jadi 'saya tadi usul sama Pak Camat ada tempat parkir di bawah dan ada kerja sama shuttle menggunakan kendaraan-kendaraan yang melibatkan masyarakat setempat sehingga jalan itu tinggal diperbaiki , drainasenya diperbaiki. Nah yang kurang jaringan," katanya.

Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Nepal Van JavaMenparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Nepal Van Java. Foto: Eko Susanto/detikcom

Sementara itu, Kepala Dusun Butuh Lilik Setiyawan menambahkan, keberadaan Dusun Butuh bisa seperti ini karena di lereng gunung dengan terasering. Kemudian, secara otomatis rumah warga dari dulu menyesuaikan dengan lahan yang ada.

"Dusun Butuh sedikit sejarah, kenapa bisa seperti ini kan bisa diketahui di atas karena lereng gunung terasering, otomatis perumahan yang ada dari dulu itu mengikuti lahan yang ada. Jadilah terbentuk tatanan rumah yang seperti ini," kata Lilik.



Simak Video "Sandiaga Uno Sambangi KPK, Ada Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA