Konflik Bikin Petra Sepi, Pembatalan Kunjungan Turis Hingga 100%

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Konflik Bikin Petra Sepi, Pembatalan Kunjungan Turis Hingga 100%

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Rabu, 11 Mar 2026 04:06 WIB
Kota Petra, Yordania
Petra di Yordania. (Getty Images/Arturo Pena Romano Medina)
Jakarta -

Sektor pariwisata di kawasan Petra, Yordania terpukul akibat situasi Timur Tengah yang memengaruhi perjalanan wisatawan. Pembatalan pemesanan kunjungan wisata ke kota kuno tersebut dilaporkan mencapai 100% sepanjang Maret.

Dikutip dari Jordan News, Rabu (11/3/2026) Ketua Dewan Komisaris Otoritas Pengembangan dan Pariwisata Wilayah Petra (PDTRA), Adnan Al-Sawa'ir, menyampaikan bahwa kondisi tersebut terjadi karena dinamika regional yang berdampak pada pergerakan wisatawan internasional.

Dampak pembatalan juga mulai terasa pada bulan-bulan berikutnya, tingkat pembatalan pemesanan untuk April disebut telah mencapai sekitar 60%. Sementara itu, pemesanan perjalanan pada Mei tercatat mengalami pembatalan sekitar 45% dan berpotensi terus bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al-Sawa'ir menjelaskan bahwa Petra sebenarnya memulai tahun 2026 dengan tren kunjungan wisatawan yang cukup menjanjikan. Namun situasi di kawasan membuat jumlah wisatawan menurun tajam, bahkan pada periode tertentu tercatat tidak ada kunjungan sama sekali.

Kondisi ini membuat Petra menjadi salah satu kota yang paling terdampak. Pasalnya, perekonomian masyarakat setempat sangat bergantung pada sektor pariwisata.

ADVERTISEMENT

Untuk mengurangi dampak terhadap para pekerja di sektor tersebut, PDTRA mulai mengambil sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengaktifkan program pariwisata domestik seperti program yang disebut 'Urdunnan Jannah', guna mendorong kunjungan wisatawan lokal.

Selain itu, otoritas juga berencana memanfaatkan periode sepinya wisatawan untuk melakukan berbagai pekerjaan di kawasan tersebut, termasuk proyek pembangunan, pembersihan area, serta rehabilitasi infrastruktur.

Melansir Travel Weekly, adapun operator wisata berbasis di Amerika Serikat, Collete, yang membatalkan perjalanan wisatawan mereka ke wilayah Timur Tengah hingga tanggal 21 Maret mendatang.

"Kami akan terus memantau situasi dan jika perubahan atau pembatalan diperlukan, kami akan melakukannya," ujar juru bicara perusahaan.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads