Cuaca buruk kini melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk kawasan wisata Pulau Rinca.
Melalui surat edaran Kementerian Perhubungan Nomor 04/MP/-III/2026) tentang Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Tujuan Rinca bahwa menindaklanjuti perkembangan informasi cuaca tanggal 11-13 Maret 2026 dari Prakiraan Cuaca Maritim BMKG Stamar Tenau bahwa kawasan wisata sekitar Pulau Rinca memiliki potensi cuaca buruk.
Surat edaran ini diberikan kepada kapal penumpang untuk tujuan Rinca, yaitu Pulau Kelor, Manjarite, Kampung Rinca, Pulau Kalong, Loh Buaya, Pulau Penga, Pulau Siaba dan Pulau Mauwang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringatan cuaca buruk di Pulau Rinca Foto: (Tangkapan layar) |
Nakhoda kapal wisata diperintahkan untuk memantau perkembangan dan prakiraan cuaca secara mandiri selama pelayanan dan melakukan tindakan yang diperlukan apabila menghadapi situasi kedaruratan.
"Tidak melakukan deviasi tujuan pelayaran dan dilarang berlayar pada malam hari serta menghindari area berbahaya," tulis surat edaran itu.
Kapal wisata diminta untuk berlabuh ke beberapa pulau untuk berlindung jika cuaca buruk terjadi. Area yang disiapkan adalah Pulau Siaba Besar, Pulau Kambing, Kampung Rinca, Warloka, Pulau Kalong, Pulau Pungu Besar, Pulau Kelor, Loh Buaya dan Pulau Papagarang.
"Kapal wisata berkoordinasi dengan syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk," tambah surat itu.
Pulau Rinca merupakan salah satu pulau utama di kawasan Taman Nasional Komodo yang menjadi habitat asli bagi kadal terbesar di dunia, komodo (Varanus komodoensis). Secara administratif, pulau ini berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dan memiliki ekosistem unik berupa perbukitan sabana, hutan tropis kering, serta garis pantai yang eksotis.
Berbeda dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca lebih sering dipilih wisatawan karena jaraknya yang lebih dekat dari Labuan Bajo dan topografinya yang memungkinkan pengunjung lebih mudah menemukan komodo di alam liar.
Salah satu daya tarik utamanya adalah area Loh Buaya, yang kini telah ditata dengan konsep wisata kelas dunia tanpa mengganggu kelestarian lingkungan. Selain melihat komodo, pengunjung biasanya melakukan aktivitas trekking untuk menikmati pemandangan laut dari puncak bukit.
Untuk menuju Pulau Rinca dari Labuan Bajo, kamu dapat menggunakan berbagai jenis kapal wisata dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam menggunakan kapal lambat atau speedboat. Open trip ke Pulau Rinca dengan speedboat mulai dari Rp 1,3 jutaan, sementara speedboat privat dikenakan biaya Rp 7,9 jutaan.
(bnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA