Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Apr 2021 19:11 WIB

TRAVEL NEWS

4 Bulan Menjabat, Ini Kabar Pariwisata di Tangan Sandiaga

Putu Intan
detikTravel
Setelah sempat dibuka pada awal Desember 2020 lalu, kawasan GWK akan ditutup kembali mulai Senin (1/2/2021).
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Empat bulan menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno telah melakukan perjalanan ke berbagai destinasi wisata. Ia melaporkan progress sektor pariwisata yang diklaimnya membaik.

Pandemi COVID-19 membuat industri pariwisata dan ekonomi kreatif terpukul. Dibatasinya perjalanan, membuat mobilitas wisatawan terbatas dan bahkan tidak diizinkan sama sekali.

Namun setahun pasca kasus pertama COVID-19 ditemukan di Indonesia, industri pariwisata perlahan mulai beradaptasi. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang disebut CHSE.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan di hadapan awak media bahwa beberapa destinasi tulang punggung di Indonesia sudah mulai kembali bergeliat. Misalnya di Bali, terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara.

"Dapat kami laporkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan nusantara di Bali mengalami peningkatan. Waktu kami awal bertugas di bulan Januari, tingkat kunjungan wisatawan nusantara per hari ada di level rata-rata 2.200-2.500. Dan hari ini bisa mencapai angka 4.000-4.500," kata Sandiaga di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Selasa (27/4/2021).

"Jadi ini merupakan hal yang menjadi capaian baik karena seiring dengan kepatuhan protokol kesehatan yang menghadirkan rasa aman dan nyaman sehingga rasa percaya dari para wisatawan nusantara bisa kita pupuk kembali dalam berkegiatan dan bermobilitas di Bali," ia melanjutkan.

Sandiaga juga mencontohkan destinasi lainnya, yakni Yogyakarta. Sandiaga memuji tingkat okupansi hotel di Yogyakarta yang meningkat hingga mencapai angka 45 persen. Di samping itu, kota ini juga jadi destinasi favorit untuk staycation.

"Yogyakarta sebagai salah satu destinasi tulang punggung, ada peningkatan tingkat hunian hotel dan kesiapan mereka dengan event-event yang diharapkan akan mampu mengisi dari segi aktivitas, terutama memasuki akhir bulan Ramadhan dan masa liburan lebaran. Namun dalam bingkai PPKM skala mikro dan protokol kesehatan harus tepat dan disiplin," kata dia.

Setali tiga uang dengan Yogyakarta, Sandiaga juga menyebut perbaikan kondisi wisata terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Sandiaga menyebut salah satu program Kemenparekraf yakni Beli Kreatif Lokal telah membantu meningkatkan pendapatan pelaku ekonomi kreatif.

"Beli Kreatif Lokal terakhir dilakukan di bulan Februari di Danau Toba. Ada peningkatan omzet peserta sebesar 65 persen. Ini sangat dirasakan pelaku ekonomi kreatif UMKM di sektor parekraf," ujarnya.

Beberapa produk unggulan Danau Toba yang digemari masyarakat adalah kain ulos dan sambal andaliman. Penjualan produk-produk ini diklaim konsisten setelah diadakan kegiatan Beli Kreatif Lokal.

Ke depannya, ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dituntaskan Kemenparekraf di bawah kepemimpinan Sandiaga Uno. Salah satunya adalah soal vaksinasi pekerja wisata yang kabarnya bakal dikebut untuk wilayah Bali, Yogyakarta, dan Jabodetabek. Sandiaga sendiri menargetkan sebanyak 1-3 juta pelaku wisata Bali mendapatkan vaksin pada bulan Juni atau Juli.

Di samping itu, Kemenparekraf juga tengah mengajukan dana hibah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 senilai Rp 3,7 triliun. Dana ini nantinya akan diberikan kepada hotel, restoran, dan biro perjalanan yang disalurkan melalui mekanisme transfer ke pemerintah daerah.



Simak Video "Siap Gelar World Superbike, Pemerintah: Semua Atlet Harus Sudah Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA