Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Apr 2021 16:32 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Cuma Pantai, Traveler Juga Bisa Wisata Mangrove di Bali

Sui Suadnyana
detikTravel
Wisata Mangrove di Bali.
Foto: (dok. PT PLN UID Bali)
Badung -

Kawasan wisata konservasi mangrove dikembangkan di Bali, tepatnya di Banjar Rangkan Sari, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Kawasan wisata ini dikembangkan guna meningkatan ekonomi masyarakat sekaligus upaya pelestarian lingkungan.

"Pengembangan wisata di kawasan konservasi mangrove ini merupakan upaya bersama untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk peduli terhadap pelestarian lingkungan," kata Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Made Arya dalam keterangan tertulis yang diterima detikTravel, Rabu (28/4/2021).

Arya menjelaskan, di kawasan wisata konservasi mangrove ini wisatawan dapat bermain kano. Selain itu traveler juga bisa menaiki boat untuk mengelilingi hutan mangrove sampai tembus ke jalan tol.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba bermain kano, cukup merogoh kocek sebanyak Rp 25 ribu untuk bermain sepuasnya. Sementara jika ingin berkeliling hutan dengan boat, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 350 ribu selama dua jam dan dapat memuat sebanyak 12 orang.

Wisata Mangrove di Bali.Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Made Arya (dok. PT PLN UID Bali)

Menurutnya, pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove ini telah dimulai sejak tahun 2020. Pada waktu itu pihaknya dari PT PLN UID Bali menyalurkan bantuan sebesar Rp 80 juta untuk pembelian kano dan tempat sampah.

Kali ini PT PLN UID Bali kembali menyalurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 50 juta untuk pengembangan wisata di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove tersebut.

Arya berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya yang berada di pesisir Pemogan. Bantuan nantinya ini akan dimanfaatkan untuk pembuatan spot selfie yang sekaligus digunakan untuk posko pengawasan terpadu serta pemasangan lampu hias.

Ketua Kelompok Kelompok Nelayan Simbar Segara Ketut Darsana menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen dan konsisten dalam mengelola kawasan konservasi secara berkelanjutan. Terlebih pihaknya terus mendapatkan binaan dari PT PLN UID Bali.

"PLN sudah terus membina dan memberikan bantuan secara berkelanjutan kepada kelompok kami, semoga dengan bantuan ini menjadikan kami tambah bersemangat dan konsisten dalam mengelola kawasan pesisir sehingga menjadi dayak tarik wisata dan mampu meningkatkan taraf hidup kami sebagai nelayan," ucapnya.

Made Yuda dari Tahura Ngurah Rai menegaskan bahwa Kelompok Nelayan Simbar Segara sebagai andalan dalam menjaga Kawasan Hutan Mangrove di Desa Pemogan.

"Kelompok ini telah kami berikan izin dalam pengelolaan dan menjaga Kawasan Hutan Mangrove dengan tetap mematuhi aturan dan kaidah konservasi sehingga jika ada bangunan fisik konsepnya harus ramah lingkungan," jelasnya.



Simak Video "Warga Inggris dan Italia Ditangkap Kantongi Narkoba di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA