Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Apr 2021 07:41 WIB

TRAVEL NEWS

Disembunyikan dalam Rol Rambut, 35 Ekor Burung Diselundupkan Lewat Bandara

Burung Finch dari Guyana dikenal bisa mengeluarkan suara indah
Burung finch diselundupkan lewat penerbangan (US Attorney)
Jakarta -

Burung finch dari Guyana memiliki suara indah. Oleh seorang pria, burung finch diselundupkan dalam penerbangan.

Pria bernama Kevin Andre McKenzie, penduduk asal Guyana, melakukan penerbangan ke Bandara Internasional John F. Kennedy di New York. Tapi, perjalanannya tak berjalan lancar.

Dia disetop oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan. Rupanya dia menyelundupkan 35 ekor burung finch.

Burung-burung tersebut dimasukkan Kevin ke dalam rol rambut, lalu ditutup dengan jaring berlubang. Menurut pihak berwenang, mereka menempel di bagian dalam jaket Kevin dan bagian atas sepatunya.

Burung Finch dari Guyana dikenal bisa mengeluarkan suara indahBurung Finch dari Guyana dikenal bisa mengeluarkan suara indah Foto: (US Attorney)

Kevin pun mendapatkan tuduhan mengimpor burung finch secara tidak sah. Dia ditangkap, namun kemudian dibebaskan dengan jaminan USD 25.000 atau sekitar Rp 362 juta.

Menurut seorang agen khusus US Fish and Wildlife Service, Kathryn Mc Cabe, jenis burung ini sering dimasukkan ke dalam 'kontes menyanyi' di lingkungan Brooklyn dan Queens di New York.

"Dalam kontes seperti itu, yang sering dilakukan di tempat umum seperti taman, dua burung finch bernyanyi dan seorang hakim memilih burung yang diputuskan untuk suara terbaik," kata McCabe.

"Banyak yang menghadiri kontes menyanyi bertaruh pada burung. Burung finch yang memenangkan kompetisi ini bisa menghasilkan lebih dari USD 10.000 (Rp 145,1 juta).

Meski spesies burung finch tertentu tersedia di Amerika Serikat, spesies dari Guyana diyakini bisa bernyanyi lebih baik dan lebih baik, karena itulah lebih berharga," McCabe menjelaskan.

Menurut pengakuan Kevin, dia ditawari USD 3.000 atau sekitar Rp 43 juta untuk penyelundupan burung. Diduga, dia dibayar USD 500 atau Rp 7 juta terlebih dahulu sebelum penerbangan dan menerima sisanya setelah melewati Bea Cukai.

Selain harus melewati perizinan impor, unggas juga diwajibkan melewati karantina selama 30 hari untuk mencegah penyebaran penyakit menular.



Simak Video "Pelaku Diduga Aniaya Satwa Langka Simpai di Sumbar Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA