Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Apr 2021 14:14 WIB

TRAVEL NEWS

Nekat Motret di Kawasan Kumuh Sarang Narkoba, Turis AS Ditemukan Tewas

Femi Diah
detikTravel
Pantai di Puerto Riko
Foto: Getty Images/iStockphoto/AvailableLight
La Parla -

Seorang turis Amerika Serikat (AS) ditemukan meninggal dunia diduga dibakar. Mayatnya ditemukan tiga hari setelah membeli narkoba di sebuah distrik pantai San Juan, Puerto Riko.

Dikutip dari AP, Kamis (29/4/2021), Komisaris Polisi Puerto Riko, Antonio López Figueroa mengatakan turis AS itu bernama Tariq Quadir Loat. Peristiwa itu terjadi saat Tariq dan seorang teman, James Jackson, usai membeli obat-obatan terlarang di kota kumuh La Perla.

Masalah bermula setelah Tariq mencoba mengambil foto, padahal sudah diperingatkan untuk tidak melakukannya.

Polisi bilang dua turis itu sama-sama mengalami luka bekas hantaman alat-alat kebugaran, potongan kayu, dan alat pengering pada hari Minggu (25/4).

Tariq dilaporkan hilang, sedangkan Jackson bisa melarikan diri. Dalam prosesnya, Jackson ditemukan di rumah sakit dengan kondisi luka-luka.

Sementara Tariq tewas. Kepolisian menyebut Tariq ditemukan di kawasan Vega Baja pada hari Minggu itu pula. Kota itu berjarak sekitar 20 mile di barat San Juan. Dia berhasil diidentifikasi lewat sidik jari. Hingga saat ini penyerang belum tertangkap.

Peristiwa itu cukup mengejutkan sebab minim ada pembunuhan turis di Puerto Rico, pulau dengan penduduk 3,3 juta orang itu, sudah tidak menunjukkan laporan adanya turis meninggal dunia hampir dalam satu dekade terakhir.

Turis terakhir yang dilaporkan tewas adalah seorang pria berusia 39 tahun dari Denver, Colorado. Menurut kepolisian dia terlempar dari SUV dan ditabrak di San Juan pada Februari 2020.

La Perla merupakan salah satu daerah kumuh yang dikontrol oleh gang narkoba. Kawasan itu terdaftar sebagai daerah distribusi heroin terbesar di Puerto Riko. Tapi itu dulu.

Reputasi La Parla membaik setelah kawasan itu dijadikan tempat pengambilan video klip Despacito yang rilis pada 2017.

Sejak itu, La Parla kebanjiran turis yang mengakibatkan aktivitas kriminal menurun. Upaya untuk mengubah kawasan itu juga sudah dilakukan oleh agen federal sejak 2011.



Simak Video "Trump dan Biden Berebut Dukungan Warga Puerto Riko"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA