Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Mei 2021 18:45 WIB

TRAVEL NEWS

Yogyakarya Akan Pantau Penerapan Prokes di Tempat Wisata Jelang Lebaran

Antara
detikTravel
Tugu Pal Putih Yogyakarta, Selasa (2/3/2021).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta -

Rencananya, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta akan memonitor kesiapan pelaku pariwisata menjelang libur lebaran. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menuturkan, para pelaku wisata perlu diingatkan lagi mengenai aturan penerapan protokol kesehatan. Hal ini sebagai salah satu langkah antisipasi menghadapi libur lebaran yang akan berlangsung lima hari, meski sudah dilakukan pemangkasan cuti bersama.

"Kami akan kumpulkan pelaku pariwisata termasuk pengelola objek wisata untuk me-refresh berbagai aturan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara.

Berbagai aturan protokol kesehatan yang wajib dilakukan pelaku pariwisata saat libur Lebaran, di antaranya, melakukan pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung termasuk tamu hotel dan restoran.

"Tidak boleh ada kerumunan di objek wisata. Ini harus ditekankan kembali karena di Yogyakarta ada banyak objek wisata dan semuanya masih diizinkan dibuka saat larangan mudik," katanya.

Wahyu menambahkan, monitoring awal tersebut sangat penting dilakukan untuk memastikan pelaku wisata disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak berpotensi menimbulkan klaster penularan COVID-19 yang muncul dari tempat wisata.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga akan membuka Tourist Information Center (TIC) di Malioboro selama tujuh hari terhitung sejak 13 Mei.

TIC yang dibuka pada pukul 09.00-21.00 WIB tersebut akan memberikan pelayanan kepada wisatawan yang mengalami kesulitan. "Misalnya ada wisatawan yang mengeluh sakit, maka akan dihubungkan dengan layanan YES 119 atau laporan terkait kamtibmas," katanya.

Wahyu memperkirakan wisatawan yang nantinya berwisata di Kota Yogyakarta akan didominasi wisatawan lokal karena di perbatasan masuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah dilakukan penyekatan untuk pemudik.

Sementara itu, Kepala UPT Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Ekwanto mengatakan akan tetap memberlakukan pembatasan pengunjung di Malioboro, yaitu 500 orang per zona.

"Kami mungkin tidak akan melakukan pemeriksaan identitas pengunjung karena sebelumnya sudah ada penyekatan di perbatasan. Kami berharap, dari penyekatan ini maka pengunjung Malioboro pun sudah akan tersaring," tambahnya.



Simak Video "Melihat Salat Subuh Pertama Bulan Ramadhan di Mekkah"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA