Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Mei 2021 05:11 WIB

TRAVEL NEWS

Review Bus PO SAN, Armada Wangi Bebas Asap Rokok

PO SAN
Bus PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta -

Berikut ini adalah cerita perjalanan kami menggunakan salah satu armada dari PO SAN. Hal yang paling menyenangkan pertama kali adalah perusahaan ini menerapkan bebas asap rokok di kabinnya.

Seperti diketahui, bau asap rokok akan selalu tertinggal di dalam kabin ber-AC. Apalagi untuk perjalanan lebih dari sehari bakal bisa membuat asap rokok itu menjadi bau tengik.

Perjalanan kami mulai dari Terminal Terpadu Pulo Gebang. Untuk mendapatkan kursi, kami harus meminta slot dan tiket khusus ke kantor pusat PO SAN.

Alasannya, bus yang kami tumpangi adalah jurusan Pekanbaru-Solo/Blitar via Semarang. Biasanya, di masa saat ini, tiket bus PO SAN sudah ludes dipesan oleh para penumpang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merantau di Sumatera.

Bus PO SAN yang kami tumpangi berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang sekira pukul 01.00 WIB. Perjalanan dimulai.

Kesan pertama naik PO SAN

Kami berangkat menggunakan bus sasis Scania dengan bodi model Legacy SR2 HD Prime dari karoseri Laksana. Diketahui bahwa bus jenis ini adalah keluaran terbaru milik PO SAN.

Masuk ke dalam bus, kami melihat seluruh kursi telah diduduki penumpang. Total ada sekitar 56 kursi di jenis ini dengan konfigurasi tempat duduk 2-2.

Bus yang kami tumpangi berjenis AC VIP (setingkat di atas kelas bisnis). Jadi di kelas ini, penumpang tidak mendapat fasilitas leg rest, bantal, dan selimut.

Kursi di kelas AC VIP PO SAN memang sempit. Jadi memang ada kelas AC Bisnis dengan unit-unit yang sudah lama dan AC VIP agak sempit tapi dengan bus baru bersasis premium.

PO SANKabin bus PO SAN (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Bus PO SAN ini terbilang bersih dilihat dari kaca langit-langit sampai lantainya. Untuk bau kabin, jelas tak ada bau yang mengganggu karena dilarang merokok bagi kru selama bertugas di dalam bus.

Kami mendapat kursi nomor 9. Rasanya, jarak antar kursi depan terlalu dekat sehingga kami selalu diprotes penumpang di belakang saat merebahkan sandaran sedikit saja.

Tips, jangan taruh barang apapun di pangkuan atau keranjang kursi depan. Karena, untuk badan kami yang dengan tinggi 175 cm harus menderita karena kaki yang selalu mentok dengan kursi depan.

PO SANSuasana pemberhentian PO SAN di Purwakarta (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Kesimpulan naik bus PO SAN ke Semarang

Di masa ramadhan, PO SAN akan berhenti dua kali dalam perjalanan dari Jakarta ke Semarang. Pemberhentiannya ada di kawasan Purwakarta untuk sahur, lalu pemberhentian selanjutnya ada di rest area Tol Trans Jawa seksi Brebes untuk melaksanakan salat subuh.

Perjalanan kami lalui dengan lancar. Pengemudi tidak terlalu kencang mengemudikan armadanya di sepanjang tol yang terbilang lengang.

Untuk diketahui, jenis bus yang kami tumpangi bukanlah eksekutif, jadi perusahaan tak menyediakan makan saat berhenti. Dan di Semarang, kami turun di kawasan Krapyak sebelum pintu tol.

Jadi, jika Anda menginginkan perjalanan yang nggak terlalu terburu-buru ke Sumatera, PO SAN jadi pilihan yang bisa diandalkan. Tapi, saran kami, pesanlah seri bus eksekutif dengan tempat duduk yang hanya memuat sekitar 30 penumpang saja.

Karena, demi kenyamanan, pilihlah bangku PO SAN yang lebih luas sedikit agar bisa meregangkan kaki dan menggerakkan badan di jarak antar penumpangnya.



Simak Video "Teknik Berlatih Surfing Agar Cepat Mahir, Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA