Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 11 Mei 2021 12:09 WIB

TRAVEL NEWS

Ngeri, Lebih dari 60% Pemudik Positif COVID-19

Tim detikcom
detikTravel
Terjadi penumpukan pemudik di pos Tanjungpura, Karawang, Selasa (11/5) dini hari. Begini potretnya.
Potret pemudik di Tanjungpura, Karawang Foto: Yuda Febrian Silitonga
Jakarta -

Ngeri banget, lebih dari 60 persen pemudik ternyata terjangkit virus Corona (COVID-19). Hal ini didapatkan pemerintah dari hasil tes acak di sejumlah jalur mudik.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan tes COVID-19 secara acak kepada lebih dari 6.000 orang di pos penyekatan mudik.

"Pengetatan yang dilakukan Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, seperti dikutip dari detikHealth.

"Jumlah pemudik yang dilakukan random testing, dari 6.742 konfirmasi positif 4.123 orang," tambahnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.686 di antaranya langsung menjalani isolasi mandiri. Kemudian, kata Airlangga, ada 75 orang yang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan ada sekitar 41.000 kendaraan yang telah ditindak petugas untuk diminta memutar balik ke tempat asal keberangkatan.

"Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah diperiksa kendaraan 113.694, putar balik 41.097, dan pelanggaran travel gelap 306 kendaraan," tutur Airlangga.

Kalau banyak pemudik positif COVID, bagaimana kasus hariannya?

Kasus Harian Diyakini Lebih dari 10 Kali Lipat Versi Pemerintah

Sementara itu Corona harian di Indonesia sebenarnya bisa 10 kali lipat lebih tinggi dari yang dilaporkan. Data tersebut menurut pemodelan pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman.

Kata dia, level Corona di Indonesia sudah 'mengkhawatirkan'. Ditandai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berada di level community transmission, yang diyakini level terburuk status wabah COVID-19.

Serupa dengan India, Corona di Indonesia juga disebut Dicky memiliki banyak klaster COVID-19 yang tak terdeteksi. Tak heran, jika dilakukan tes secara acak, contohnya pada kasus pemudik, sekitar 2/3 dari yang diperiksa ternyata positif Corona.

Potensi untuk kemudian terjadi ledakan kasus Corona seperti di India sangat mungkin terjadi. Terlebih di tengah masuknya sejumlah variant of concern (VOC) dan mobilitas yang tak kunjung dibatasi.

"Karena kalau tes kita ditingkatkan ratusan ribu ketemu juga nggak usah heran sebetulnya karena memang sudah ada, hanya kita karena memang minim 3 T kita ini membuat sangat berbahaya," jelas Dicky.

Kasus pemudik positif COVID-19, ini sangat berbahaya. "Kita dalam posisi sangat serius, karena bom waktu sudah dimana-mana, kita di level terburuk sudah hampir setahunan," sebutnya.



Simak Video "Tengok Ortu di Subang, Pasutri Asal Jakarta Positif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA