Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Mei 2021 11:00 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Letusan Gunung Berapi Islandia Tarik Perhatian Wisatawan

Letusan gunung berapi Islandia pada 5 Mei 2021
Foto: (AFP/HALLDOR KOLBEINS)
Jakarta -

Gunung berapi Fagradalshraun di Islandia memuntahkan geyser lava merah ke langit ibu kota Reyjavik. Pesonanya begitu indah sehingga menarik perhatian banyak orang.

Dilansir dari Malay Mail, gunung Fagradalsharaun hidup kembali setelah tertidur selama ribuan tahun yang telah hidup kembali setelah ribuan tahun. Menarik perhatian banyak pengunjung, banyak dari mereka yang menjelajah sedekat mungkin dengan lava. Ada pengaman yang dipasang untuk melindungi dari semburan baru merah yang panas.

"Sungguh luar biasa untuk dilihat," kata seorang pengunjung wanita asal Jerman yang tinggal di Islandia, Henrike Wappler.

Wappler mengaku, sudah empat kali mengunjungi situs tersebut yang dikatakannya untuk mengagumi kekuatan bumi. Dia mengaku tidak merasa takut.

"Saya merasa begitu kecil dan begitu dekat dengan kekuatan ini, tetapi saya tidak takut," tambahnya.

Hingga seminggu lalu, aktivitas vulkanik Gunung Fagradalshraun terus menerus namun rendah. Sekarang lava terlihat antara tenang dan ledakan dahsyat.

Semburan tersebut memuntahkan pecahan batu yang disebut tephra. Beberapa masih dalam keadaan panas dan mendarat beberapa ratus meter dari kawah. Lokasi tersebut berada di area tak dihuni oleh penduduk.

"(Suaranya) mengingatkan saya dengan pesawat terbang," kata pengunjung lain, Freyja Wappler.

Dia adalah salah satu di antara 2.500 orang yang mengunjungi lokasi tersebut pada Sabtu lalu. Para pengunjung mengagumi keindahan geyser dari gunung berapi Fagradalshraun.

"Tidak setiap hari kami bisa melihat gunung berapi begitu dekat. Sungguh menakjubkan dan sangat indah," katanya.

Setelah 6.000 tahun, gunung berapi Fagradalshraun di Islandia meletus pada 19 Maret 2021. Ahli vulkanologi memperkirakan aktivitas tersebut akan berlanjut selama beberapa bulan bahkan puluhan tahun.

Letusan itu pun diyakini jauh dari permukaan, yaitu berasal dari kerak bumi.

"Ini adalah lahar paling primitif yang pernah kita lihat sejak zaman es terakhir, sekitar 10.000 tahun yang lalu," kata Edward Marshall dari Institut Ilmu Bumi.



Simak Video "Pertama dalam Sejarah, Parlemen di Islandia Didominasi Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA