Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 26 Mei 2021 11:55 WIB

TRAVEL NEWS

Raja Ampat Memang Cantik, tapi Sayang Listrik Byar Pet

Hari Suroto
detikTravel
Pianemo Raja Ampat
Foto: Raja Ampat (Randy/detikTravel)
Waisai -

Soal keindahan alam, terutama bawah laut, Raja Ampat memang juaranya. Tapi sayang, listrik masih merupakan barang mewah di Raja Ampat.

Raja Ampat terdiri atas empat pulau besar dan banyak pulau kecil. Kondisi geografi yang sebagian besar perairan dan perkampungan tersebar di pulau kecil atau teluk membuat fasilitas listrik tidak merata.

Fasilitas listrik PLN selama 24 jam hanya bisa dinikmati oleh warga di Waisai, ibukota Raja Ampat. Warga yang tinggal di pulau kecil atau perkampungan yang jauh dari Waisai, hanya bisa menikmati fasilitas listrik dari generator milik PLN di ibukota distrik.

Itupun listrik hanya beroperasi selama 6 jam, mulai 18.00 petang hingga 24.00. Untuk kampung yang jauh dari ibukota distrik, warga sangat tergantung pada genset milik kampung.

Operasional genset ini pun hanya 6 jam untuk setiap malamnya. Jika tidak ada bahan bakar, maka kampung akan gelap gulita. Sama sekali tidak ada penerangan listrik.

Warga kampung ada yang menggunakan listrik berasal dari genset pribadi, yang tentu saja operasionalnya tergantung ketersediaan bahan bakar yang dimiliki.

Untuk kampung atau pulau yang terpencil, yang akses transportasi sangat sulit untuk mendapatkan bahan bakar, warga biasanya menggunakan solar sel, yang daya listriknya sangat terbatas, hanya bisa untuk lampu penerang saja, tidak bisa untuk mencharge baterai.

Sedikit tips bagi traveler yang berencana berwisata ke Raja Ampat, persiapkan diri sebaik-baiknya terutama berkaitan dengan barang elektronik yang akan dibawa.

Homestay atau penginapan di pulau, biasanya listrik menyala hanya 6 jam saja, dari petang hingga tengah malam. Traveler dianjurkan bawa terminal listrik tambahan.

Ini karena pada saat listrik menyala, dalam waktu yang bersamaan, ponsel, kamera, laptop atau drone harus dicharge secara bersamaan. Selain itu, sangat dianjurkan traveler membawa power bank, baterai kamera atau baterai drone cadangan.

Saat transit di Sorong atau Waisai, sebelum lanjut perjalanan ke homestay, traveler dapat mencharger batere hingga penuh.

Siapkan juga senter, senter sangat berguna sekali pada malam hari, saat gelap, listrik tidak menyala, senter sebagai penerang ke kamar mandi. Bawalah senter charger listrik, yang lebih praktis dan hemat saat liburan ke Raja Ampat.

Khusus untuk laptop, isi daya batere secukupnya dan tidak perlu sering dicharge, karena daya listrik dari genset tidak stabil atau naik turun. Listrik tidak stabil malah berakibat daya simpan baterai laptop akan cepat rusak.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Menyelam Bersama Ikan, Indahnya Sajian Bawah Laut Pulau Mioskom, Raja Ampat"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA