Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 26 Mei 2021 12:23 WIB

TRAVEL NEWS

Priit! Semua Objek Wisata di Klaten Tutup di Libur Hari Raya Waisak

Achmad Syauqi
detikTravel
Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito. (Achmad Syauqi detikcom)
Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Roekmito. (Achmad Syauqi detikcom)
Klaten -

Pemkab dan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten menutup semua objek wisata tanpa kecuali di saat libur Hari Raya Waisak.

Penutupan objek wisata di Klaten itu dilakukan selama dua hari sejak tanggal 26 dan 27 Mei 2021. Keputusan itu dituangkan dalam surat edaran pemerintah daerah.

"Ya, surat edaran sudah saya tanda tangani. Karena kemarin sore gubernur mengambil kebijakan untuk semua kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus COVID untuk menutup objek wisata," kata Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, dokter Roni Roekmito, pada detikcom, Rabu (26/5/2021) pagi.

Roni, yang juga Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, menerangkan dari beberapa kabupaten/kota Klaten termasuk yang direkomendasikan tutup oleh gubernur, meskipun Klaten tidak berada di zona merah Corona.

"Kita tidak di zona merah Covid-19, tapi masuk wilayah yang diminta menutup. Kemungkinan karena saat lebaran ada daerah yang menutup wisatanya dan terbukti tidak ada tambahan kasus, maka yang ada tambahan ditutup," kata Roni.

Surat edaran objek wisata Klaten ditutup saat Hari Raya WaisakSurat edaran objek wisata Klaten ditutup saat Hari Raya Waisak Foto: Achmad Syauqi detikcom

Roni menyebut kebijakan itu merupakan kebijakan provinsi. Pemerintah daerah hanya melaksanakan sesuai arahan penutupan objek wisata seluruhnya.

"Jadi itu kebijakan gubernur bagi kabupaten/kota yang ada penambahan kasus Covid-19. Diminta menutup seluruh objek wisata, semuanya tanpa kecuali milik pemerintah," Roni menegaskan.

Pemberitahuan awal instruksi penutupan itu, ungkap Roni, sudah disampaikan ke semua wilayah dan pihak terkait sejak Selasa sore, meskipun surat resminya baru malam harinya.

"Pemberitahuan awal sudah kita share sore sambil menunggu pemberitahuan resmi. Surat resminya baru malam harinya," kata Roni.

Dengan demikian, kata Roni, pengelola dan pemilik usaha wisata serta pendukungnya memiliki waktu untuk menutup.

"Ya masih memiliki waktu untuk menutup. Yang penting sudah kita edarkan, soal bolong-bolong di lapangan itu nanti, yang penting kita sudah berusaha mengurangi," Roni menjelaskan.

Klaten memang menunjukkan beberapa kasus Covid-19 menonjol akhir-akhir ini.

"Kita zona oranye, secara zona kita aman tapi memang ada beberapa kasus menonjol seperti di Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara dan di Kecamatan Manisrenggo beberapa waktu lalu," kata Roni.

Ketua paguyuban kapal wisata tradisional Rawa Jombor, Sutomo mengatakan mau tidak mau wisata kapal ikut tutup. Pemberitahuan sudah disampaikan dinas.

"Ya bagaimana lagi, saya tidak beroperasi. Paguyuban sudah sosialisasi edaran itu tetapi semua kami serahkan anggota," kata Sutomo pada detikcom.

Dikatakan Sutomo, sebagian pemilik kapal adalah pemilik usaha warung apung wisata. Padahal, sudah banyak wisatawan rombongan yang booking.

"Pengumuman baru tadi malam, padahal booking lokasi untuk berwisata di Klaten saat libur Hari Raya Waisak sudah beberapa hari sebelumnya. Ini sudah masak, ya bingung juga nanti bagaimana," kata Sutomo.



Simak Video "Warganet Gaungkan #Waisak dan #VesakDay di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA