Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 29 Mei 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Tempat Terbaik dan Terburuk Bagi Ekspatriat

Syanti Mustika
detikTravel
People wear face masks to protect against the spread of the coronavirus after the COVID-19 alert raise to level 3 in Taipei, Taiwan, Saturday, May 15, 2021. Taiwan, which has had enviable success in containing COVID-19, imposed new restrictions in its capital city on Saturday as it battled its worst outbreak since the pandemic began. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi Taiwan (AP/Chiang Ying-ying)
Jakarta -

Sebuah badan responden merilis negara-negara terbaik dan terburuk untuk ekspat di tahun 2021. Survei ini melibatkan ekspatriat di 186 negara di dunia.

Dalam websitenya, Sabtu (29/5/2021) InterNations merilis negara-negara yang menjadi tempat terbaik dan terburuk bagi para ekspat. Survei Expat Insider 2021 dilakukan oleh InterNations pada 7 hingga 31 Januari 2021.

Sebanyak 12.420 ekspatriat berpartisipasi dalam survei ini dan mewakili 174 kebangsaan. Para partisipan tinggal di 186 negara atau wilayah.

Hasil survei dipublikasikan dalam bentuk peringkat keseluruhan destinasi ekspatriat populer, serta informasi tambahan tentang empat indeks topikal yaitu kualitas hidup, kemudahan menetap, bekerja di luar negeri, dan finansial.

Dari survei yang dilakukan didapatlah bahwa Taiwan, Meksiko, dan Kosta Rika menjadi tujuan terbaik bagi para ekspatriat di tahun 2021. Itu dikarenakan negara-negara tersebut mendukung para ekspat dalam kemudahan menetap, negara yang ramah, dan rasa aman yang tinggi.

Untuk ketiga kalinya, Taiwan berada di posisi pertama di antara 59 tujuan para ekspat dalam survei ini. Taiwan mendapatkan nilai tertinggi dalam indeks kualitas hidup dan bekerja di luar negeri.

Sebagian besar ekspatriat puas dengan keamanan pekerjaan mereka (83% vs 61% secara global) dan keadaan ekonomi lokal (85% vs 62% secara global). Selain itu, mayoritas senang dengan pekerjaan mereka (75% vs 68% secara global) dan kehidupan mereka secara umum (80% vs 75% secara global).

Selain itu, 96% ekspatriat menilai kualitas perawatan medis secara positif (vs 71% secara global), dan 94% lainnya puas dengan keterjangkauannya (vs 61% secara global). Sistem perawatan kesehatan Taiwan benar-benar menganggap orang sebagai manusia, bukan sekadar angka.

Di posisi terbawah, ada Kuwait, Italia dan Afrika Selatan. Kuwait untuk ketujuh kalinya dalam 8 tahun berada di posisi terakhir dalam survei Expat Insider (ke-59 dari 59 negara).

Negara ini menempati peringkat terakhir dalam Indeks kualitas hidup (ke-59), dengan hasil yang sangat buruk pada subkategori pilihan kenyamanan, kebahagiaan pribadi, dan perjalanan & transportasi (ke-59 untuk semua).

Kuwait juga merupakan tujuan ekspatriat terburuk di dunia dalam indeks kemudahan menetap (59), dengan 46% ekspatriat tidak merasa betah dalam budaya lokal (vs 20% secara global) dan 45% merasa sulit untuk menetap (vs 22% secara global).

Selain itu, 51% kesulitan menemukan teman baru (vs 32% secara global), dan 62% merasa kesulitan untuk mencari teman lokal secara khusus (vs 36% secara global).

Menempatkan ke-56 dalam indeks bekerja di luar negeri, Kuwait berkinerja buruk di subkategori pekerjaan & waktu luang (ke-58) dan prospek & kepuasan karir (ke-57).

Lebih dari tiga dari sepuluh responden (31%) tidak puas dengan pekerjaan mereka secara umum (vs 16% secara global), dan 34% tidak puas dengan keseimbangan kehidupan kerja mereka (vs 17% secara global).

Datang di tempat ke-58, Italia adalah negara terburuk kedua untuk ekspatriat. Dalam indeks finansial (ke-59), negara Eropa Selatan bahkan menempati posisi terakhir di seluruh dunia. Sebanyak 30% ekspatriat tidak puas dengan situasi keuangan mereka (vs 19% secara global), 14% bahkan sangat, dua kali lebih banyak dari rata-rata global (7%).

Lebih lanjut, satu dari tiga ekspatriat (33%) mengatakan pendapatan rumah tangga mereka tidak cukup untuk menutupi pengeluaran mereka (vs. 23% secara global). Mencari pekerjaan di Italia bukanlah hal yang mudah bagi orang asing.

Berperingkat di 10 terbawah dalam indeks kualitas hidup (ke-52), Afrika Selatan berada di urutan terakhir di seluruh dunia dalam subkategori keselamatan & keamanan (ke-59).

Lebih dari sepertiga ekspatriat (34%) tidak menganggap Afrika Selatan sebagai negara yang damai (vs 9% secara global) dan hanya sekitar satu dari empat (24%) merasa aman di sana (vs. 84% secara global).



Simak Video "Survei Indikator: Kepuasan Akan Kinerja Jokowi & Kepercayaan pada KPK Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA