Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 31 Mei 2021 05:35 WIB

TRAVEL NEWS

Hutan Harus Dijaga tapi Jumlah Polhut Sedikit, Berminat?

Putu Intan
detikTravel
Polisi hutan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian rimba. Di Gunung Gede-Pangrango, mereka turut andil dalam menjaga keberlangsungan di hutan.
Polisi Kehutanan TNGGP. (Andhika Prasetia/detikcom)
Cibodas -

Hutan Indonesia harus dijaga dari tangan-tangan jahat yang merusaknya. Ini merupakan salah satu tugas Polisi Kehutanan. Sayangnya, jumlahnya masih minim.

Dalam wawancara bersama detikcom, Polisi Kehutanan (Polhut) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Ida Rohida menuturkan bahwa saat ini wilayah hutan seluas sekitar 24.000 hektar di sana dijaga oleh 43 Polhut. Jumlah tersebut dibagi menjadi Polhut fungsional dan nonfungsional, di mana yang fungsional memiliki latar belakang pendidikan kepolisian sementara yang nonfungsional tidak.

"Di sini sudah ada 34 (Polhut fungsional) yang tersebar di 3 wilayah. Sementara yang nonfungsional kita biasa bahasanya PPHNF (Petugas Pengamanan Hutan Nonfungsional) ataupun PPHL itu ada 9. Jadi Total 43, ada 9 di lapangan," kata dia.

Meskipun Polhut nonfungsional tidak memiliki latar belakang pendidikan kepolisian, mereka dapat menindak para pelaku kejahatan hutan. Hanya saja untuk proses lebih lanjut akan tetap ditangani Polhut fungsional.

"Mereka bedanya tidak pendidikan Polhut tetapi karena sehari-hari sudah bareng sama kita, sudah ngerti juga. Bedanya dalam penindakan, penindakan kita bikin laporan polisi itu yang bisa hanya Polhut fungsional sementara mereka mungkin menindak bisa, tapi untuk laporan tidak bisa karena laporan ini dijadikan dasar untuk nanti naik ke penyidikan jadi harus fungsional yang mengerjakan," ujarnya.

Terkait dengan jumlah tenaga Polhut itu, Ida mengungkapkan bahwa jumlahnya masih kurang. Menurutnya perhitungan pemerintah pusat sudah tidak relevan dengan kebutuhan di lapangan.

"Kalau paradigma pusat perbandingannya 1 Polhut untuk 3.000 hektar. Sementara kalau di sini, paradigma kita, 1 Polhut harusnya tidak hanya dihitung dari kawasan tapi juga masyarakat karena kawasan kita kan padat penduduk," ia mengungkapkan.

"Di sini tekanan masyarakat tinggi. Harusnya 1 Polhut untuk 1.000 hektar dan 500 masyarakat, misalnya. Atau seperti Babinsa/Babinkamtibmas, menjaga satu desa," ia melanjutkan.

Polisi hutan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian rimba. Di Gunung Gede-Pangrango, mereka turut andil dalam menjaga keberlangsungan di hutan.Polisi hutan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian rimba. Di Gunung Gede-Pangrango, mereka turut andil dalam menjaga keberlangsungan di hutan. Foto: Andhika Prasetia

Karena kekurangan ini, Polhut TNGGP pun memberdayakan masyarakat sekitar sebagai relawan untuk turut menjaga hutan. Namun Ida masih berharap, suatu hari nanti pemerintah mau untuk memberikan tenaga Polhut tambahan untuk membantu mereka.

"Harapannya kalau untuk nambah personel pasti ya. Cuma kan alokasi kita bagaimana pusat. Jadi pengadaan tiap tahun itu untuk tenaga, pusat yang menentukan. Kita terakhir 2013 dikasih pegawai baru," tuturnya.

Selain soal personel Polhut yang masih kurang, ia juga mengharapkan adanya dukungan operasional dari pemerintah pusat. Misalnya untuk kendaraan patroli, TNGGP masih kekurangan.

"Dukungan operasional dalam bentuk kendaraan opersional kurang. Terakhir 2013, itupun sudah pada rusak," paparnya.

"Kayak tadi motor trail harusnya mungkin satu resort bisa 2-3 motor, sekarang 1. Mobil dulu tiap wilayah 1 sekarang malah nggak ada," tuturnya.

Dengan tenaga dan akomodasi yang memadai, Ida berharap kinerja Polhut dalam menjaga hutan akan semakin maksimal. Ini tidak hanya berlaku di TNGGP tetapi juga di seluruh taman nasional di Indonesia, terutama di wilayah yang tingkat kejahatannya masih tinggi seperti di Papua dan Kalimantan.



Simak Video "Kunjungi Hutan Mangrove, Jokowi Ajak Biden Cs Bangun Ekonomi Hijau"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA