Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jun 2021 10:11 WIB

TRAVEL NEWS

Masih Pandemi, Festival Danau Sentani Diundur

Hari Suroto
detikTravel
Festival Danau Sentani
Perayaan Festival Danau Sentani beberapa waktu lalu Foto: (Elza/detikTravel)
Jayapura -

Festival Danau Sentani (FDS) XII yang rencananya akan digelar pada 19-23 Juni 2021 di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, diundur menjadi Oktober 2021.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura Elvis Kabey. Menurut Elvis Kabey, FDS XII diundur karena situasi masih pandemi covid-19.

"Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, setelah mendengar masukan dari berbagai pihak maka FDS XII diundur ke Oktober 2021, namun jika Oktober nanti masih dalam kondisi pandemi covid-19, maka FDS XII tahun 2021 ditiadakan", kata Elvis.

Menurut Elvis, penundaan FDS XII ini sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, juga Pembentukan Posko Penanganan COVID-19 di tingkat desa (kampung) dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

"Sesuai rencana, FDS akan dilakukan mengikuti protokol kesehatan, namun yang dikhawatirkan antusiasme pengunjung dan wisatawan sangat tinggi, jangan sampai terjadi kerumunan pengunjung yang sulit dikendalikan, sehingga kasus tsunami Covid di India terjadi di Papua," ungkap Elvis.

Seperti diketahui di Kabupaten Jayapura masih terdapat dua distrik yang masih berada dalam zona merah, yaitu Distrik Sentani dan Distrik Waibu. Sekitar empat distrik yang berada dalam zona kuning dan 13 distrik lainnya masih dalam zona hijau.

"Mama-mama perajin gerabah di Kampung Abar sudah siapkan gerabah untuk menyambut Festival Danau Sentani XII, namun setelah mendengar FDS diundur, kami perajin tidak masalah, masih ada PON XX Oktober 2021. Jadi gerabah yang telah kami buat bisa untuk dijual sebagai oleh-oleh untuk para peserta PON," ujar Ketua kelompok perajin gerabah Titian Hidup Kampung Abar Sentani, Naftali Felle dihubungi terpisah.

----

Hari Suroto, Peneliti Balai Arkeologi Papua.



Simak Video "Update Kondisi Ilaga Usai KKB Bakar Heli di Bandara"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA