Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Jun 2021 11:15 WIB

TRAVEL NEWS

Pariwisata Bakal Dibuka, Bali Buat Grand Desain Alur Kedatangan Wisman

Sui Suadnyana
detikTravel
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace)
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Foto: Sui Suadnyana/detikcom
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membuat grand design alur kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata. Grand design ini diperkirakan bakal selesai minggu depan.

"Sekarang kita buat green design bagaimana alur wisatawan datang. Ini sedang kita susun dan mudah-mudahan minggu depan selesai," kata Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Quest San Hotel Denpasar, Jumat (4/6/2021).

Cok Ace mengatakan, hingga kini belum ada perubahan mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara. Meskipun keputusan tersebut ada di tangan pemerintah pusat.

"Sampai sekarang belum ada perubahan ya. Kita tetap menaruh rencana tersebut di bulan Juli. Saya berharap demikian, walaupun kita sadar keputusan itu ada dipusat. Pemerintah, masyarakat industri pariwisata berharap bulan Juli," tuturnya.

Menurutnya, Bali kini tengah menunjukkan keseriusan agar pariwisata Bali bisa dibuka untuk wisman. Berbagai keseriusan itu ditunjukkan dalam vaksinasi dan sebagainya.

"Di Bali semua taat, ketaatan dalam prokes juga bagus. CHSE masing-masing industri juga banyak di Bali. Ini kita tunjukkan," kata Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali itu.

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa pembukaan Bali sebagai pilot proyek Travel Corridor Arrangement (TCA). Ada tiga daerah di Bali yang bakal menjadi kawasan khusus buat turis asing dalam program ini.

"Persiapan revitalisasi pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara yang diproyeksi pada bulan Juni atau Juli sesuai dengan arahan Presiden Jokowi masih kami lakukan," terang Sandi dalam temu wartawan mingguan, Rabu (2/6/2021).

"Provinsi Bali menawarkan pendekatan zonasi aman berwisata sebagai uji coba Travel Corridor Arrangement (TCA) di tiga wilayah yang menjadi zona hijau yaitu Nusa Dua, Sanur, dan Ubud," terang dia menambahkan.

Kata Sandi, Travel Corridor Arrangement (TCA) baru bisa diwujudkan bila sebaran kasus infeksi Covid-19 menurun hingga bisa ditekan seminimal mungkin. Jika angka infeksi mengalami kenaikan maka program ini akan ditinjau ulang.

"Hal tersebut bisa kita wujudkan jika angka Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin. Jika semakin kondusif, rencana TCA bisa dilaksanakan. Sebaliknya, jika perkembangan kasus Covid-19 naik, akan ditinjau ulang," kata dia.

Kemenparekraf akan terus memastikan bahwa 3T (Testing, Tracing, Treatment) dapat semakin digalakkan. Juga, vaksinasi Covid-19 terutama bagi pekerja parekraf semakin ditingkatkan yang tujuannya untuk melindungi sektor parekraf.

"Indonesia sendiri melalui pihak Kemenlu juga sedang menjalin kerja sama unilateral dengan negara fokus pasar, khususnya yang memiliki TCA dengan Indonesia, maupun negara potensial market yang sukses dalam penanganan pandemic dan returning policy yang tidak restriktif," kata Sandi.

"Kita ingin TCA ini dilakukan berbasis fakta dan data, sehingga nantinya pandemic Covid-19 dapat benar-benar terkendali," imbuh dia.



Simak Video "Alasan Pemerintah Pangkas Karantina Wisatawan Mancanegara Jadi 5 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA