Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Jun 2021 06:43 WIB

TRAVEL NEWS

Maskapai AS Berambisi Punya Penerbangan Supersonik Komersial di 2029

Pesawat supersonik United Airlines
Render pesawat supersonic Overture milik United Airlines (Foto: Boom Supersonic)
Jakarta -

Penerbangan supersonik komersial memang sudah lama berhenti. Namun kini United Airlines telah melakukannya pada tahun 2029.

Diberitakan CNN, United Airlines telah mengumumkan kesepakatan untuk membeli 15 pesawat supersonik. Mereka berencana untuk membawa penumpang dengan pesawat ultra-cepat pada tahun 2029.

Jika maskapai dapat merealisasikan rencananya, ini akan menjadi penerbangan supersonik komersial pertama sejak larangan terbang pesawat Concorde pada tahun 2003. Pesawat supersonik boros bahan bakar dan ada pula pembatasan di atas tanah karena menghasilkan ledakan sonik.

Saat menggunakan Concorde, maskapai harus mencoba mengisi pesawat dengan penumpang yang bersedia membayar lebih mahal daripada tiket first class di pesawat biasa.

United Airlines membeli pesawat supersonik dari Boom Supersonic. Start-up pembuat pesawat swasta ini berbasis di Denver.

Pesawat yang dijuluki Overture itu dijadwalkan akan selesai pembangunannya pada tahun 2025, memulai penerbangan uji pada tahun 2026 dan membawa penumpang pada tahun 2029. United Airlines telah setuju untuk membeli 15 jet, dengan opsi pembelian tambahan sebanyak 35 buah.

Pesawat ini dijadwalkan terbang dengan kecepatan Mach 1,7, atau kira-kira dua kali lebih cepat dari jet komersial saat ini. Menurut perusahaan, penerbangan dari hub United di Newark, New Jersey, ke London bisa ditempuh hanya dalam tiga setengah jam.

Penerbangan pesawat supersonik United Airlines dari Newark ke Frankfurt hanya dalam empat jam. Lalu, penerbangan dari San Francisco ke Tokyo hanya dalam enam jam.

Ambisi lain yang belum terbukti, yakni pesawat Overture direncanakan terbang dengan menggunakan 100% bahan bakar berkelanjutan (SAF). Ini memungkinkannya menjadi pesawat pertama yang memulai penerbangan nol karbon.

Tetapi para ahli menyatakan keraguannya. Karena belum pernah ada cara bagi penerbangan supersonik komersial agar masuk ke perhitungan secara ekonomi bagi maskapai penerbangan

"Anda perlu menemukan penumpang premium yang cukup untuk menjalan pesawat. Semoga berhasil dengan itu," kata Richard Aboulafia, analis kedirgantaraan di Teal Group.

Banyak maskapai yang telah mengerem pembelian pesawat pada tahun lalu karena pandemi Covid-19. Aksi pemangkasan ini adalah efek dari menurunnya permintaan perjalanan udara secara drastis. Namun maskapai United Airlines dengan berani mengumumkan penerbangan menggunakan pesawat supersonik.



Simak Video "KNKT Amerika Serikat Sebut Boeing Tidak Alami Gagal Mesin"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA