Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 26 Apr 2021 03:08 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita Singapore Airlines yang Pernah Operasikan Concorde

Concorde pesawat
Pesawat supersonik Concorde (Foto: Getty Images)
Singapura -

Concorde adalah pesawat ikonik yang mampu mewujudkan impian penerbangan supersonik menjadi kenyataan. Selain British Airways dan Air France, ada dua maskapai lain yang menerbangkannya.

Pesawat Concorde Inggris-Prancis jadi begitu terkenal karena diterbangkan oleh British Airways dan Air France. Namun, ada dua maskapai lain yang sempat mengoperasikan Concorde dengan sewa jangka pendek.

Salah satunya adalah Singapore Airlines. Penerbangan supersoniknya yakni ke timur jauh.

Concorde mulai terbang secara komersial pada Januari 1976. Rute pertamanya dengan Air France adalah Paris-Rio de Janeiro, Brasil (via Dakar, Senegal).

Sementara itu, British Airways meluncurkan layanan Concorde antara London Heathrow dan Bahrain. Dan pada tahun 1977, operator memulai penerbangan transatlantik supersonik andalan yakni ke New York JFK dan Washington Dulles.

Pada tahun 1977 itu juga British Airways memperluas layanan Concorde ke arah timur, ketika bermitra dengan Singapore Airlines. Maskapai lalu menerbangkan Concorde dari Heathrow ke Singapura sebagai perpanjangan dari rute Bahrain.

Setelah singgah di Bahrain, pesawat Concorde itu akan mendarat di Bandara Internasional Singapura. Bandara Changi Singapura yang sekarang menggantikan Bandara Internasional Singapura pada tahun 1981, yang juga dikenal sebagai Pangkalan Udara Paya Lebar.

Mengapa program itu tidak bertahan lama?

Sebagai bagian dari skema ini, British Airways mengizinkan Singapore Airlines untuk mengecat sisi kiri pesawat, G-BOAD, dengan coraknya sendiri.

Sementara itu, sisi kanan mempertahankan livery British Airways. Ini adalah salah satu corak paling unik yang pernah ada di badan Concorde selama 27 tahun layanan komersialnya, bersamaan dengan skema kerjasama Pepsi Air France.

Sayangnya, itu bukanlah corak yang bisa dilihat untuk waktu yang lama. Hanya bertahan setelah tiga penerbangan, Singapore Airlines terpaksa menangguhkan layanan supersoniknya menuju London karena keluhan kebisingan dari pemerintah Malaysia.

Setahun kemudian, masalah yang sama diadukan oleh negara lain, yaitu India. Karena perselisihan yang ada menyebabkan pesawat itu dilarang terbang di wilayah udaranya.

Akibat dari larangan ini adalah rute Concorde tersebut tidak layak secara ekonomi. Ini memaksa penutupannya pada tahun 1980.

Braniff, operator Concorde lainnya

Sama seperti Singapore Airlines, Braniff juga menyewa Concorde untuk jangka pendek di tahun-tahun awalnya. Maskapai ini akan mengoperasikan tipe ini pada penerbangan subsonik dari Dallas-Fort Worth ke Washington Dulles.

Pesawat kemudian akan melanjutkan penerbangan ke London atau Paris sebagai penerbangan supersonik British Airways atau Air France.

Total, Braniff menyewa 11 Concorde selama 18 bulan sejak Desember 1978 hingga Mei 1980. Lima di antaranya dari Air France dan enam dari British Airways.

Namun, faktor keterisian yang rendah sebesar 50% atau kurang pada rute Dallas-Washington membuat operasi mereka tidak dapat berjalan secara ekonomis. Akhirnya Concorde terkena skorsing setelah satu setengah tahun.



Simak Video "Kebijakan Baru Singapore Airlines di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA