Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Jun 2021 10:21 WIB

TRAVEL NEWS

Ambon Si Kota Musik dan Kuliner

Jembatan Merah Putih tetap aman dilewati pasca gempa tektonik magnitudo 6,8 di kota Ambon. Inti yuk penampakannya.
Foto: Ambon (Dok. Kementerian PUPR)
Jakarta -

Ambon telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif berbasis musik oleh UNESCO. Tak heran jika musik dari kota ini selalu menarik perhatian masyarakat bahkan dunia.

Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler menuturkan, Ambon berupaya menjaga ekosistem musik pada sebuah kota kreatif dengan beraksentuasi pada komitmen yang kuat dari Pemerintah kota dan berbagai pihak. Dengan brand City of Music, Ambon memiliki nilai jual yang tinggi.

"Kota Ambon dengan luasan wilayah 359,45 km2 , saat ini telah memiliki nilai jual yang tinggi dengan ikon City of Music yang menggambarkan tingkat kreativitas dari kultur musik yang melekat dan menjadi nadi dan darah sebuah pergerakan kota kreatif yang menjunjung tinggi kreativitas sebagai ide dan konsep yang tidak pernah habis dan punah dibandingkan komoditi dan sumberdaya alam," kata Syarif dalam Webinar G-CINC Expert Series.

Sebelum ditetapkan menjadi Kota Musik oleh UNESCO, pada tahun 2017, Ambon telah menjadi kota kreatif musik dan kuliner versi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Sederet penghargaan pun diraih kota itu.

"Memenangkan inovasi pelayanan publik KemenpanRB pada tahun 2019; menjadi juara Brand Pariwisata Terpopuler secara nasional; menjadi pemenang anugerah kebudayaan City of Music dengan aksentuasi pada Walikota yang peduli dengan kebudayaan di tahun 2019, membantu Suphanburi- Thailand menuju Kota Musik Dunia di Tahun 2021," tutur Syarif.

"Memiliki terobosan baru pariwisata berbasis music dan di tahun 2021 ini, menduduki peringkat pertama Green Leader dengan membawakan program andalan Sound of Green, membuktikan bahwa Ambon City of Music telah membuktikan puncak dari pencapaian-pencapaian itu dilatarbelakangi oleh analisis : Circle of Life, Music Driven Place Making dan Rhytem, Melody and Harmony," tambahnya.

Dari dunia pendidikan, Ambon telah memproduksi sebuah kurikulum muatan berbasis musik tradisi pada tingkatan pendidikan dasar. Hal ini akan segera diimplementasikan tahun 2021.

"Hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem music di Kota Ambon," kata Syarif.



Simak Video "UNESCO Tetapkan 4 Pulau di Jepang Sebagai Daftar Warisan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA