Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Jun 2021 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

64 Objek Wisata di Klaten Ditutup, Pelaku Wisata: Zaman Susah Cari Makan

Achmad Syauqi
detikTravel
Sebanyak 64 objek wisata Klaten ditutup karena Corona.
Sebanyak 64 objek wisata di Klaten ditutup (Achmad Syauqi detikcom)
Klaten -

Puluhan objek wisata di Klaten, Jawa Tengah ditutup seiring badai Covid-19. Para pelaku usaha wisata Klaten mencurahkan isi hati.

Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) mengambil langkah strategis mencegah penyebaran COVID-19. Sebanyak 64 objek wisata harus ditutup mulai 26 Juni 2021.

Sebelumnya, penutupan objek wisata karena Corona sudah dilakukan, namun cuma untuk akhir pekan, pada Sabtu dan Minggu.

"Langkah ini merupakan tindak lanjut Instruksi Bupati Klaten Nomor 2 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Klaten tanggal 17 Juni 2021," kata kepala Dinas Budparpora Pemkab Klaten, Sri Nugroho, pada wartawan di Pemkab, Selasa (29/6/2021) siang.

Dinas Budparpora, menurut Nugroho, meminta masyarakat Klaten dan sekitarnya tidak berkunjung ke semua objek wisata. Karena, semua obyek wisata ditutup sampai batas waktu yang memungkinkan di buka kembali.

"Ditutup sampai batas waktu memungkinkan dibuka lagi. Klaten saat ini zona merah dan sesuai instruksi Bupati Klaten untuk mengendalikan mobilitas dan potensi kerumunan," Nugroho menambahkan.

"Kami minta masyarakat memahami. Penutupan ini meliputi semua obyek wisata, baik itu obyek pemandian, umbul, wisata alam, candi dan taman wisata yang dikelola Pemkab dan masyarakat," kata Nugroho.

Ketua Paguyuban Perahu Wisata Rawa Jombor, Sutomo, mengatakan selaku pemilik usaha perahu wisata dan warung apung dirinya hanya bisa pasrah. Kegiatan ekonomi berhenti total.

"Sudah sekitar seminggu ini ditutup, perahu maupun warung apung. Kami pasrah, semua berhenti secara ekonomi," kata Sutomo pada detikcom.

Dikatakan Sutomo, jumlah pemilik usaha perahu dan warung sekitar 80 orang. Usaha itu mempekerjakan ratusan orang.

"Ada sekitar 176 kepala keluarga yang berada di kawasan rawa berusaha. Ini berhenti semua, jalan dipasang penutup, rawa seperti mati," tutur Sutomo.

Beberapa hari lalu, ungkap Sutomo, ada satu dua warung apung mencoba buka tapi langsung disegel. Warung yang menerima pemancing disurati.

"Warung yang nekat buka disegel, tempat saya ada orang mancing lima dapat surat teguran. Kami menganggur sekarang," ujar Sutomo.

Widodo, pedagang makanan di kawasan objek wisata air Janti, Kecamatan Polanharjo, mengatakan semua lokasi pemancingan, kolam renang, dan warung tutup. Pedagang kecil pun terpuruk.

"Susah sekarang ini cari makan, semua tutup. Sekolah tutup, hajatan tidak ada, ini tempat wisata Klaten ikut tutup," kata Widodo.



Simak Video "Water Gong, Ketika Sungai Kotor Disulap Jadi Wisata Penuh Ikan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA