Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Jul 2021 06:15 WIB

TRAVEL NEWS

Dikira Punah 150 Tahun Lalu, Tikus Ini Kembali Ditemukan

Putu Intan
detikTravel
Tikus Gould
Sempat dikira punah, tikus ini muncul (CNN)
Jakarta -

Para peneliti mampu menemukan keberadaan tikus yang dinilai telah punah lebih dari 150 tahun lalu. Tikus ini rupanya tinggal di lepas pantai Australia Barat.

Tikus Gould dianggap sudah punah karena diburu kucing yang pertama kali datang ke Australia bersama orang-orang Inggris. Tikus ini punya ciri khas berambut subur dan ukurannya besar.

Akan tetapi baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa spesies yang secara lokal dikenal sebagai tikus Shark Bay itu masih mendiami pulau-pulau Australia Barat. Tikus ini tidak dapat dibedakan dari tikus Gould yang dikira sudah lenyap dari peradaban itu.

Dilansir dari CNN, Kamis (1/7/2021) temuan ini muncul usai para peneliti membandingkan sampel DNA dari 8 hewan pengerat asli yang punah dan 42 kerabat mereka yang masih hidup. Tujuannya adalah mempelajari penurunan spesies asli sejak kedatangan bangsa Eropa pada 1788.

Tikus Gould atau dikenal juga dengan nama djoongari dulunya mudah ditemukan di seluruh wilayah Australia. Habitatnya mulai dari barat daya Australia Barat hingga New South Wales. Tikus itu terakhir terlihat pada 1857.

Penyebab kepunahan tikus ini disinyalir terjadi akibat adanya pengenalan spesies invasif, pembukaan lahan pertanian, dan penyakit yang membunuh spesies asli. Para peneliti juga menambahkan, perubahan iklim dan pengendalian kebakaran yang buruk juga mempengaruhi populasi satwa di Australia.

Populasi djoongari yang tersisa terletak di sebuah pulau seluas 42 kilometer persegi di Shark Bay, Pulau Bernier. Satu populasi kecil tidak cukup bagi suatu spesies untuk bertahan hidup sehingga tikus-tikus itu dibawa ke dua pulau lain untuk membentuk populasi baru.

"Kebangkitan spesies ini membawa kabar baik dalam menghadapi tingkat kepunahan hewan pengerat asli yang tidak proporsional, yang merupakan 41 persen kepunahan mamalia Australia sejak penjajahan Eropa pada 1788," kata ahli biologi evolusi Australian National University yang juga penulis utama penelitian, Emily Roycroft.

"Sangat menarik bahwa tikus Gould masih ada tetapi menghilangnya dari daratan menyoroti betapa cepatnya spesies ini berubah dari distribusinya di sebagian besar Australia menjadi hanya bertahan di pulau-pulau lepas pantai Australia Barat. Ini adalah keruntuhan populasi yang sangat besar," ia menambahkan.



Simak Video "Gropyokan, Tradisi Unik Warga Majalengka Sambut Musim Tanam Padi"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA