Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 02 Jul 2021 17:51 WIB

TRAVEL NEWS

Gubernur Riau: Perairan Kami Bebas Bajak Laut dan Aman buat Kapal Pesiar

Antara
detikTravel
Ilustrasi kapal pesiar
Ilustrasi kapal pesiar (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan pada investor bahwa perairan di wilayahnya aman dari bajak laut atau ancaman perompak untuk kapal pesiar. Diketahui bahwa akan ada perusahaan pelayaran besar yang akan melewati dan singgah di daerah sana.

Adalah kapal pesiar milik Genting Dream yang berencana singgah di perairan Provinsi Riau. Melansir Antara, Jumat (2/7/2021), pelayaran yang dimaksud akan melalui Pulau Rupat dan sekitarnya.

"Saat investor Malaysia itu berkunjung ke Riau lalu menanyakan soal keamanan. Dan di perairan Riau apakah ada bajak laut atau tidak," kata gubernur di Pekanbaru.

Dia mengatakan, investor Malaysia tersebut berminat mengelola kawasan wisata bahari di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. Direncanakan juga akan menjadi tempat beroperasi kapal pesiar Genting Dream Cruise singgah.

Syamsuar menegaskan lagi bahwa perompak atau bajak laut sudah tak lagi ada di perairan Riau. Apalagi kini perairan di sana sudah dijaga ketat oleh TNI AL dan polisi air.

"Saya bilang kepada investor bahwa bajak laut itu tidak ada. Apalagi angkatan laut dan ditpolair kita tetap melakukan pengawasan," katanya.

Syamsuar menjamin keamanan perairan di wilayahnya. Juga, ia meminta para pemimpin dan masyarakat di Kecamatan Rupat untuk membenahi potensi wisata di daerah itu termasuk menyiapkan beragam kesenian adat, kuliner serta minuman khas daerah bagi kapal pesiar.

"Kapal pesiar dari Genting Dream biasanya mengangkut sedikitnya 5.000 penumpang. Jika mereka datang ke Rupat, tentu masyarakat harus mempersiapkan kuliner yang berlebih agar penumpang kapal pesiar tidak kehabisan makanan," katanya.

Kasus kehabisan makanna pernah terjadi saat kapal pesiar singgah ke Natuna. Karena masyarakat setempat kurang persiapan, sehingga makanan di pulau itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para penumpang kapal.

"Di Natuna itu sempat kehabisan makanan. Apalagi jumlah pelancong yang dibawa kapal itu ribuan jumlahnya. Jadi ini jangan sampai terjadi. Begitu kapal pesiar datang kita sudah siapkan semuanya," katanya.



Simak Video "15 Pelaut Turki yang Disandera Bajak Laut Dibebaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA