Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Jul 2021 21:47 WIB

TRAVEL NEWS

Kabar Baik, Giant Panda Bukan Lagi Satwa Terancam Punah

Putu Intan
detikTravel
Giant Panda menjadi hewan yang langka untuk ditemukan di Indonesia. Memiliki tingkah lucu, tak heran hewan menggemaskan ini punya banyak penggemar.
Giant Panda. Foto: Rafida Fauzia/detikcom
Beijing -

Status terancam punah yang disematkan pada giant panda telah dicabut. Meskipun begitu, satwa ini masih dalam kondisi rentan.

Dilansir dari BBC, Jumat (9/7/2021) pejabat China membenarkan perubahan status giant panda tersebut. Ia menjelaskan perubahan status ini karena jumlah giant panda di alam liar telah mencapai 1.800 ekor.

Pencapaian ini merupakan prestasi bagi China. Itu artinya, Negeri Tirai Bambu itu berhasil menyelamatkan hewan ikoniknya melalui upaya konservasi jangka panjang, termasuk perluasan habitat.

"Peningkatan klasifikasi (dari terancam punah menjadi rentan) ini mencerminkan peningkatan kondisi kehidupan mereka dan upaya China dalam menjaga habitat mereka tetap terintegrasi," kata Kepala Departemen Ekologi dan Lingkungan Departemen Konservasi Alam dan Ekologi, Cui Shuhong.

Sebagaimana diketahui, China begitu mencintai giant panda. China menganggap satwa itu sebagai harta nasional dan meminjamkan satwa itu ke berbagai negara sebagai alat diplomatik.

Klasifikasi ini sendiri baru didapatkan bertahun-tahun setelah International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menghapus hewan itu dari daftar spesies yang terancam punah dan melabelinya kembali sebagai 'rentan' pada tahun 2016.

Namun, pada saat itu, pejabat China membantah keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa itu dapat menyesatkan orang agar percaya bahwa upaya konservasi dapat dilonggarkan.

Pengumuman minggu ini oleh Kementerian Lingkungan China adalah pertama kalinya status hewan itu diubah pada daftar spesiesnya sendiri yang terancam punah, yang menggunakan standar yang sama dengan IUCN yang berbasis di Swiss.

Masyarakat China tampak senang dengan berita itu. Melalui media sosial mereka mengatakan bahwa itu adalah bukti dari upaya konservasi yang sepadan.

"Ini adalah hasil kerja keras bertahun-tahun. Selamat untuk semua konservasionis," tulis seseorang di Weibo.

Para ahli mengatakan bahwa keberhasilan tersebut sebagian besar disebabkan upaya China untuk melestarikan hutan bambu. Bambu berkontribusi pada 99% makanan giant panda, yang tanpanya panda akan cenderung kelaparan. Selain itu, kebun binatang juga berusaha untuk meningkatkan jumlahnya melalui metode penangkaran.



Simak Video "Penampakan Banjir di China yang Tewaskan Puluhan Nyawa"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA