Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Jul 2021 13:09 WIB

TRAVEL NEWS

Kasus Positif Rekor Terus, PPKM Darurat Bakal Diperpanjang?

PPKM Darurat 6 Minggu
Foto: PPKM Darurat 6 Minggu (Fuad Hasim/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Pemerintah membuka peluang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam skenario yang diungkapkan Menkeu Sri Mulyani, penerapannya bisa berlangsung selama 6 minggu.

Skenario PPKM Darurat selama 4-6 minggu dibuat karena adanya risiko pandemi COVID-19 yang masih tinggi akibat munculnya varian delta. Mengutip CNN Indonesia, Sri Mulyani menerangkan, peningkatan kasus COVID-19 akan berimbas pada laju ekonomi Indonesia.

"PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Banggar DPR RI Senin (12/7/2021).

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito pun mengungkapkan, bukan tidak mungkin PPKM diperpanjang saat tren kasus positif belum juga melandai.

"Jika kondisi belum cukup terkendali, maka perpanjangan kebijakan maupun penerapan kebijakan lain bukanlah hal yang tak mungkin dilakukan," kata dia dalam jumpa pers daring, Selasa (13/7).

Menurut Wiku, pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi PPKM Darurat. Dia pun berharap. PPKM Darurat mampu menekan laju penyebaran COVID-19 secara signifikan.

Mengenai target kebijakan seperti jumlah testing, tracing maupun vaksinasi, pemerintah pusat telah menginstruksikan masing-masing kepala daerah untuk menerapkan PPKM Darurat maupun PPKM Diperketat.

"Posko yang terbentuk dari berbagai unsur masyarakat inilah yang membantu menjamin target dan program pemerintah terlaksana sampai ke hulu, baik memenuhi target testing perhari sesuai dengan kondisi daerah, kemudian menargetkan tracing kepada lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi, kemudian imbauan pelaksanaan karantina dan isolasi dengan pelaksanaan entry dan exit test yang ketat, dan perawatan pasien sesuai dengan tingkat keparahan gejala," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA