Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Jul 2021 21:43 WIB

TRAVEL NEWS

Tiang Lampu Lalin di Jepang Patah, Polisi: Dipipisin Anjing

Syanti Mustika
detikTravel
Small puppy white golden Labrador dog playing outdoors.
Foto: Getty Images/SanyaSM
Suzuka, Jepang -

Sebuah tiang lalu lintas di Jepang patah. Setelah diselidiki, disimpulkan ada pengaruh pipis anjing di sana. Kok bisa?

Diberitakan SoraNews, Senin (19/7/2021) pada bulan Februari lalu, lampu lalu lintas di sudut persimpangan pinggiran kota di kota Suzuka, Prefektur Mie, Jepang patah. Syukurlah, tidak ada yang terluka ketika tiang besi setinggi enam meter itu roboh.

Tetapi keadaannya mengkhawatirkan mengingat tiang yang masih terhitung baru dipasang. Secara alami, infrastruktur tidak bertahan selamanya, tetapi kota mengharapkan tiang jenis ini memiliki masa pakai sekitar 50 tahun sebelum perlu diganti.

Tiang itu baru ditanam pada tahun 1997 dan baru berusia 23 tahun saat patah. Umurnya ini bahkan tidak mencapai titik setengah yang diproyeksikan dari daya tahannya.

Jelas ada sesuatu yang salah, bukan? Tetapi kerusakan itu tampaknya bukan pekerjaan yang disengaja.

Selama penyelidikan di tempat, petugas polisi melihat sejumlah besar penduduk setempat lewat tepat di tempat tiang berdiri sambil berjalan-jalan dengan anjing mereka. Ternyata sisi jalan itu dekat dengan lapangan yang sering dilalui oleh banyak pemilik anjing dengan hewan peliharaan mereka. Polisi mulai curiga bahwa mereka mungkin ada hubungannya.

Terdapat juga tiang lampu sinyal di sisi lain jalan, sehingga Lab Penelitian Investigasi Ilmiah Polisi Prefektur Mie memutuskan untuk melakukan beberapa tes untuk memeriksa keberadaan urea, senyawa nitrogen yang pada dasarnya adalah bagian non-air dari urin.


Benar saja, mereka menemukan hampir delapan kali lebih banyak jejak urea di tiang yang jatuh daripada di seberang jalan yang mendapat sedikit lalu lintas dari anjing. Yang lebih mengejutkan adalah hasil dari pengujian tanah di sekitar dasar tiang. Dimana tempat yang disukai anjing memiliki jumlah urea 42 kali lebih banyak daripada tiang yang tidak roboh.

Mereka pun menyimpulkan, mungkin kencing anjing yang menjatuhkan tiang. Para peneliti percaya bahwa urea kemungkinan mempercepat laju korosi pada logam, terutama di sekitar dasarnya sampai akhirnya menjadi cukup lemah untuk patah.

"Bahkan jika jumlah urin individu kecil, aplikasi berulang selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun dapat memiliki efek yang sangat merusak pada infrastruktur publik," jelas Kepala Lab Koji Takahashi.



Simak Video "Gempa M 6,1 Guncang Tokyo, Listrik Stasiun Padam-Lampu Jalan Goyang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA