Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 20 Jul 2021 12:22 WIB

TRAVEL NEWS

Sagu, Makanan Pokok Sentani Sejak Prasejarah yang Terancam Punah

Hari Suroto
detikTravel
Sagu di Sentani
Foto: Hari Suroto
Jakarta -

Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Sentani, Papua. Sagu sudah dikonsumsi sejak zaman prasejarah namun perlahan ketersediaannya menipis.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa pemanfaatan sagu sebagai bahan makanan sudah ada sejak zaman prasejarah. Penelitian di situs-situs arkeologi kawasan Danau Sentani ditemukan artefak gerabah dan alat batu penokok sagu. Gerabah ini berfungsi untuk memasak papeda atau bubur sagu.

Sayangnya, dewasa ini banyak pohon sagu yang lenyap karena lahannya digunakan untuk pembangunan. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jayapura yang begitu pesat, telah menyebabkan banyak pohon sagu di sekitar Danau Sentani yang ditebang. Pohon sagu banyak ditebang guna pembangunan jalan alternatif dan venue PON XX serta perumahan.

Pohon sagu juga cepat punah karena masyarakat Sentani telah menggunakan mesin pengolah sagu modern yang dinilai efisien, sehingga proses pembuatan pati sagu dapat dilakukan relatif singkat. Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan pohon sagu yang lambat.

Dengan mesin ini dapat memproses lebih banyak batang sagu untuk digiling. Namun produksi yang cepat ini tidak dibarengi dengan penanaman kembali bibit pohon sagu. Sagu yang ada di kawasan Danau Sentani sudah ada sejak zaman nenek moyang, tumbuh alami tidak ditanam.

Melestarikan hutan sagu berarti menjaga ketahanan pangan. Jika pohon sagu tidak ada lagi di Sentani, maka masyarakat Sentani jika ingin membuat papeda harus mengimpor sagu dari Papua Nugini. Lebih parah lagi, kuliner sagu akan tergantikan oleh nasi.

Untuk melestarikan keberadaan hutan sagu dan tradisi budaya berkaitan dengan sagu, perlu kampanye tentang pelestarian hutan sagu dan penanaman kembali pohon sagu di kawasan Danau Sentani. Selain itu berbagai festival yang terkait dengan sagu harus dilanjutkan sesuai kalender event dan perlu didukung oleh semua pihak, baik itu Festival Sagu Kwadeware, Festival Ulat Sagu Yoboi dan Festival Makan Papeda dalam Gerabah Abar.

---

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Kesiapan Venue PON Papua di Kabupaten Mimika Sudah 90%"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA