Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Jul 2021 06:05 WIB

TRAVEL NEWS

RI Perketat Perbatasan! WNA Dilarang Masuk, Kecuali...

Tim detikcom
detikTravel
Jakarta, Indonesia: November 2017 : Jakarta (Soekarno-Hatta) International Airport Terminal 3. Jakarta Aiport is the largest airport in Java and the Terminal 3 is a new terminal opened in 2016.
Foto: Getty Images/uskarp
Jakarta -

Pemerintah resmi melarang Warga Negara Asing (WNA) masuk wilayah RI selama PPKM Level 3 dan 4. Untuk menekan penyebaran Covid-19.

Keputusan itu tertuang dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 dan diterapkan mulai 21 Juli, namun dengan toleransi dua hari. Pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada Rabu (21/7/2021).

Yasonna menyebut hanya lima kategori orang asing (WNA) yang bisa masuk RI saat PPKM. Yakni:

1. Pemegang visa diplomatik dan visa dinas
2. Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas
3. Pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap
4. Orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan, misal dokter untuk menangani Covid
5. Petugas kemanusiaan, misal awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

"Pekerja asing yang dikecualikan pun harus mendapatkan rekomendasi dari kementerian/lembaga terkait. Selain itu, mereka yang dibolehkan masuk harus mengikuti protokol kesehatan, seperti sudah divaksinasi, serta mengikuti tes swab PCR, baik saat datang maupun sebelum selesai karantina," kata Yasonna dalam keterangan pers, Rabu (21/7/2021).

"Dengan demikian, tenaga kerja asing yang sebelumnya datang sebagai bagian dari proyek strategis nasional atau dengan alasan penyatuan keluarga kini tak bisa lagi masuk ke Indonesia sebagaimana diatur dalam peraturan ini," kata Yasonna lagi.

"Perluasan pembatasan orang asing yang masuk ke Indonesia ini dilakukan dalam rangka menekan penyebaran COVID-19," dia menegaskan.

Yasonna sekaligus menyebut ada toleransi selama dua hari untuk aturan larangan WNA masuk RI itu.

"Mengapa transisi dua hari? Karena baru hari ini kami umumkan, tentu tidak fair ada orang sedang proses terbang, tidak mungkin langsung kita deportasi," kata Yasonna.

Yasonna mengatakan setiap kebijakan yang berurusan dengan kedatangan orang asing membutuhkan jeda waktu. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Saya sudah koordinasi dengan Ibu Menlu tentang hal ini juga. Jadi saya kira, kebijakan ini akan kita terapkan tentunya dengan ketat, dengan harapan bahwa kita bisa menangani pandemi dengan baik," ujarnya.



Simak Video "Kepada Sofyan Djalil, Yasonna Kenang Kebersamaan dengan Mendiang Istri"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA