Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 23 Jul 2021 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Duet Kemenparekraf dan TNI AU Bikin Serbuan Vaksin di Bandung

Putu Intan
detikTravel
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges.
Ilustrasi vaksinasi. Foto: thinkstock
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan TNI Angkatan Udara dan sejumlah stakeholder bikin serbuan Vaksin di Bandung. Apa itu

Serbuan Vaksin itu menjadi langkah Kemenparekraf untuk memercepat vaksinasi Covid-19 pada 10.000 pelaku parekraf di Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Subang. Tujuannya, agar segera terbentuk herd immunity sehingga parekraf dapat segera bangkit.

Kegiatan vaksinasi yang bertajuk Serbuan Vaksin itu dilaksanakan mulai 21-25 Juli 2021. Bertempat di SESKO AU Lembang, kegiatan ini juga melibatkan dukungan Pemerintah Daerah Bandung Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Danone, dan Homecare24.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis, Henky Manurung, melakukan peninjauan pada pelaksanaan Serbuan Vaksin hari ketiga ini. Berdasarkan pengamatannya, proses vaksinasi berjalan lancar dan tampak masyarakat juga antusias.

"Hari ini sudah ada 750 orang dan kita harapkan siang ini meningkat terus. Animo masyarakat sudah mulai meningkat. Saya melihat anak usia 14 tahun pun sudah datang sendiri. Ini menjadi bukti baik dari vaksinasi Jawa Barat yang masih rendah," kata Henky melalui zoom meeting, Jumat (23/7/2021).

Henky juga mengungkapkan, dari target 10.000 orang, sebanyak 40 persennya adalah pelaku event. Ia juga menyampaikan pemilihan Lembang sebagai sentra vaksin juga tak lain karena daerah tersebut merupakan destinasi wisata populer.

"Jawa Barat adalah tempat bermainnya semua pelaku event. Kenapa kami pilih Lembang? Karena di Lembang ini banyak pelaku pariwisatanya," tuturnya.

Sementara itu, Komandan SESKO AU, Samsul Rizal juga menyebut kegiatan Serbuan Vaksin ini aman. Proses berjalan lancar dan tidak ada yang mengalami efek negatif usai divaksin.

"Secara umum tidak ada kendala. Kita optimalkan terus evaluasi kegiatan ini terutama flownya. Tidak ada kendala yang divaksin, tidak ada dampak negatif dari vaksin, sejauh ini aman, semuanya baik. Hanya sedikit yang merasa takut, itu wajar, tapi semua berjalan baik," kata dia.

Di samping itu, kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Edelweis Manulang. Saat ini kondisi vaksinasi di Jawa Barat memang masih rendah sehingga sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, salah satunya melalui kegiatan Serbuan Vaksin ini.

"Kita apresiasi kegiatan Serbuan Vaksin ini. Data kondisi Kabupaten Bandung Barat, jumlah kasus 15.000 lebih dengan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi," ujar Edelweis.

"Vaksinasi total 1,3 juta dari herd immunity. Yang sudah menerima dosis pertama 17,4 persen dan dosis kedua 9,13 persen," ia melanjutkan.

Sementara untuk di Jawa Barat sendiri, tercatat ada 75.000 pelaku parekraf. Namun hingga hari ini, yang sudah divaksin masih di bawah 20 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berharap masyarakat juga aktif untuk mengikuti program vaksinasi.

"Saya mengajak seluruh masyarakat pelaku parekraf untuk bersama-sama, berbondong-bondong datang ke sentra vaksin terdekat dengan tidak berkerumun. Mengajak keluarga, kolega, teman," dia memberikan imbauan.

"Efektivitas vaksin ini di berbagai negara sudah terbukti. Pandemi COVID-19 ini sekarang terbagi menjadi dua polarisasi. Satu adalah pandemi untuk yang belum divaksinasi dan untuk yang sudah divaksinasi ternyata pandemi ini tidak terlalu berdampak. Oleh karena itu mari kita dorong cakupan vaksinasi lebih luas lagi ke depan," kata dia.



Simak Video "Kemenparekraf Ingin PeduliLindungi Jadi Acuan Berwisata"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA