Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Jul 2021 21:27 WIB

TRAVEL NEWS

Bansos Sektor Wisata Diharapkan Cair Akhir Juli

Sandiaga Uno mendorong agar desa-desa wisata yang ada di Indonesia dapat menghadirkan produk unggulan yang otentik sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing.
Foto: Kemenparekraf
Jakarta -

Untuk mencegah kerugian lebih banyak serta menyelamatkan lapangan kerja di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mempercepat penyaluran dana hibah pariwisata sebesar Rp 2,4 triliun.

Menparekraf Sandiaga Uno mengupayakan dana hibah itu bisa segera cair di akhir Juli ini.

"Dana hibah ini merupakan bentuk insentif agar para pelaku usaha pariwisata tidak semakin tertekan dengan penerapan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus mendatang. Kami pastikan dana hibah ini tepat sasaran dan tepat manfaat, menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan," ujar Sandiaga.

Kemenparekraf berharap bantuan ini bisa membantu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di sektor terbawah yang membutuhkan di saat perpanjangan kebijakan PPKM Level 4.

"Kami melihat program-program mitigasi antara lain berupa bantuan insentif pemerintah kita percepat, bantuan sosial yang disalurkan lintas kementerian dan lembaga sesuai arahan Presiden kita akselerasi, dan bantuan likuiditas kita realokasi," jelas Sandiaga Uno.

Sehingga Kemenparekraf bisa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di aspek kesehatan dengan vaksinasi Covid-19 bagi 34 juta pelaku parekraf, ketersediaan obat-obatan dan vitamin, tapi juga menghadirkan kembali mata pencaharian bagi masyarakat secara maksimal.

"Kami juga mempercepat bergulirnya dana bantuan pelaku usaha pariwisata dari yang kita targetkan PEN Rp 2,4 Triliun. Dana PEN ini kita lengkapi dengan lintas kementerian dan lembaga kolaborasi seperti program prakerja, soft loan," ungkap Sandiaga Uno.

Meskipun saat ini tentunya usaha ini tidak lagi bisa mendapatkan pinjaman, tapi setidaknya mereka bisa memiliki likuiditas untuk modal usaha baik start up maupun ekonomi kreatif.

"Termasuk bantuan insentif pemerintah sebesar Rp 60 miliar yang kita dorong sebagai jaring pengaman usaha. Ini kita khususkan untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," tutur Sandiaga Uno.

Kemenparekraf juga terus mendorong di PPKM Level 4 ini untuk percepatan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Hygiene, Sanitation, and Environment). Hal ini dikarenakan pihaknya ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif serta destinasi wisata ini aman dikunjungi dan memiliki kepatuhan terhadap protokol 3M dan 3T.

"Kita siapkan fasilitas nya, dan ini adalah pola prokes di era baru untuk membantu pemerintah mengurangi menekan laju penularan Covid-19. Vaksinasi ini game changer, kita akan dorong terus tingkatkan vaksinasi setiap hari menuju target yang ditetapkan pemerintah 2 juta vaksinasi per hari," tambah Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menekankan bahwa kebijakan yang diambil Kemenparekraf tetap mengedepankan aspek kesehatan dan ekonomi secara simultan dan seimbang dengan mengedepankan masukkan dari berbagai aspek demi pemilihan ekonomi Indonesia setelah Covid-19 bisa dikendalikan dan mereda.

"Kami siap dari Kemenparekraf hadir dengan kebijakan berpihak kepada masyarakat, berkeadilan, tepat sasaran, tepat manfaat, tepat waktu, dan kita ingin buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya di sektor yang selama ini menjadi sumber nafkah bagi banyak sekali masyarakat Indonesia," tutup Sandiaga Uno.



Simak Video "Sandiaga Uno Bakal Percepat dan Perluas Sasaran Dana Hibah Pariwisata"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA