Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Agu 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Sumatera oh Sumatera... Cepat atau Lambat Akan Tenggelam Seperti Jakarta

bonauli
detikTravel
Jakarta -

Rupanya, bukan hanya Jakarta, wilayah Indonesia yang diprediksi tenggelam. Sumatera bernasib serupa, malah kawasan yang tenggelam bakal lebih luas.

Jakarta ditaksir tenggelam oleh The National Aeronautics and Space Administration (NASA). Ternyata bukan cuma Jakarta, namun sejumlah wilayah lain di Indonesia juga bakal tenggelam.

Di Jawa, kawasan pesisir Jawa Tengah masuk dalam daftar rawan tenggelam. Tiga daerah Jawa Tengah yang akan tenggelam lebih cepat dari Jakarta adalah Semarang, Demak dan Pekalongan.

Prediksi itu diperkirakan melalui data yang dimiliki oleh Kepala Laboratorium Geodesi ITB, Dr Heri Andreas, dalam acara Blak-blakan detikcom.

Bahkan, ada satu pulau lain yang lebih mengkhwatirkan ketimbang Jawa. Namun ternyata di antara semuanya, masih ada Sumatera dan Kalimantan yang juga mengkhawatirkan. Dua wilayah ini memiliki lebih banyak lahan sawit dari pada manusia.

Kalau Jakarta dan Jawa Tengah mengeksploitasi air tanah secara berlebih, masalah Sumatera dan Kalimantan ada pada lahan gambut yang semakin sempit. Lahan sawit di Sumatera dan Kalimantan di sana berada di areal gambut.

Pilihan lahan gambut untuk ladang sawit memang jadi pilihan. Karena banyaknya mineral dan bagusnya kualitas sawit yang tumbuh di lahan gambut.

"Agar sawit bagus, lahan gambut harus dikeringkan. Kalau gambut dikeringkan maka terjadi kompaksi atau penurunan tanah," ujar Heri.

Lahan sawit di tanah gambut tidak boleh basah. Ketika akar sawit basah, gambut harus terus dikeringkan. Pelan tapi pasti, namun pesisir Sumatera sudah pasti akan tenggelam.

"Bicara gambut ini bukan 100-200 tahun, pelan tapi pasti," dia menambahkan.

Sawit menjadi permasalahan lain, apalagi Indonesia menjadikan sawit sebagai penopang ekonomi. Nilai ekspor sawit Indonesia memang masih juara di kancah internasional.

"Setelah dilakukan pemodelan, hampir 1 juta hektare pada tahun 2050 akan hilang. Ini jauh lebih banyak dibandingkan Pantura yang hanya puluhan ribu hektar," kata dia.

Heri mengatakan bahwa restorasi bisa menjadi solusi. Namun tentu saja, tidak semua bisa direstorasi karena di situlah pedal ekonomi Indonesia.

"Repot juga ini urusannya sawit, tapi first thing first. Adalah prioritas yang dilakukan," kata dia.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA