Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 09 Agu 2021 05:41 WIB

TRAVEL NEWS

Saudi Buka Umroh Mulai Hari ini, Indonesia Minta Kepastian

Tim detikcom
detikTravel
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Ilustrasi umroh (AP Photo)
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi membuka pintu untuk umroh dari negara lain asalkan sudah divaksin Covid-19. Termasuk untuk jemaah Indonesia?

Dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), Senin (9/7/2021), umroh dibuka lagi mulai hari ini. Kapasitas jemaah umroh akan dibatasi maksimal 2 juta orang per bulan.

Seorang pejabat di Kementerian Haji dan Umrah mengatakan jemaah domestik dan luar negeri harus menyertakan sertifikat vaksinasi COVID-19 resmi bersama dengan permintaan umroh mereka.

"Jemaah wajib sudah divaksinasi, termasuk dari negara Arab Saudi. Dilanjutkan proses karantina pada saat kedatangan," begitulah keterangannya.

Pengumuman itu belum melegakan untuk jemaah Indonesia. Setidaknya, ada dua hal yang masih mengganjal. Pertama, Arab Saudi belum membuka penerbangan dari sembilan negara, termasuk Indonesia. Kedua, vaksin Sinovac belum masuk daftar yang bisa masuk Arab Saudi.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama, Khoirizi, menyebut surat edaran tentang umroh yang diterimanya dari Saudi tidak segamblang informasi dari Haramain Sharifain, pihak swasta yang tidak terafiliasi dengan pemerintah Arab Saudi tapi memberitakan soal Mekkah dan Madinah.

"Mereka (Saudi) menyampaikan bahwa ada sembilan negara yang belum diizinkan untuk melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi, termasuk Indonesia, tidak saja umroh, tetapi semua penerbangan," kata Khoirizi.

"Yang kedua, edaran tersebut mengatakan bagi orang yang mau berkunjung ke Arab Saudi wajib melengkapi dosis vaksinasi virus Corona yang diakui Arab Saudi atau dapat melampirkan sertifikat resmi yang dilegalisasi oleh Kementerian Kesehatan negara asal jemaah datang," kata Khoirizi.

Saat ini, Kemenag masih menantikan kejelasan lebih lanjut soal edaran tentang umroh itu dari Saudi tersebut. Kemenag menyatakan akan melobi otoritas Arab Saudi agar jemaah umroh RI tidak diwajibkan melakukan karantina dan terkait syarat vaksinasi yang tertulis dalam surat edaran tersebut.

"Maka untuk kejelasan atas edaran tersebut, kami sudah menugaskan perwakilan kita di Arab Saudi dalam hal ini Konjen dan Konsul kita untuk mendapat penjelasan lebih detil sekaligus meminta untuk mendapatkan kemudahan kemudahan bagi jemaah umrah Indonesia," kata dia.



Simak Video "Blak-blakan Eko Hartono, Kok Malaysia Boleh Umrah?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA