Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 09 Agu 2021 20:12 WIB

TRAVEL NEWS

Tolong Jangan Bebani Jemaah Umroh soal Vaksin, Sinovac Bisa dong

bonauli
detikTravel
A Saudi police woman, left, who is recently deployed to the service, at top left, stands alert in front of the Al-Safa mountain, as pilgrims pray at the Grand Mosque, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Makkah (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Vaksin lagi-lagi jadi perbincangan karena pembukaan umroh internasional. Arab Saudi masih menolak jamaah penerima vaksin Sinovac.

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka kembali pintu umroh untuk jemaah luar negeri. Pembukaan umrah dilakukan secara perlahan, rencananya mulai untuk sekitar 60.000 jemaah dan kemudian meningkat jadi sekitar dua juta jemaah per bulan.

Dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), jemaah yang ingin melakukan umroh harus sudah mendapat vaksinasi COVID-19. Vaksin yang digunakan juga harus yang diakui oleh pemerintah Arab Saudi.

"Persoalan vaksin memang dilema yang harus dipertimbangkan lagi. Saat ini Pemerintah Saudi masih menggunakan 4 vaksin, Sinovac dan Siopharm tidak termasuk di dalamnya," kata Wasekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Rizky Sembadha kepada detikTravel.

Sejauh ini, Arab Saudi baru memberi izin resmi vaksin Covid-19 dari Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan J&J. Namun, jemaah yang bersedia bisa saja mencari dosis ketiga vaksin sebagai booster agar bisa untuk umroh.

Jemaah internasional yang mau berkunjung ke Arab Saudi wajib melengkapi dosis vaksinasi virus Corona yang diakui Arab Saudi atau dapat melampirkan sertifikat resmi yang dilegalisasi oleh Kementerian Kesehatan negara asal jemaah datang

"Namun kembali kita meminta pemerintah RI untuk mendorong Arab Saudi, seandainya sudah dibuka kiranya memperbolehkan vaksin Sinovac. Karena permasalahan vaksin ini, permasalahan politik negara masing-masing juga, ya" kata dia.

Rizky menceritakan bahwa dulu Arab Saudi meminta jemaah umroh dan haji untuk menerima vaksin meningitis. Saat itu, Arab Saudi tidak meminta spesifikasi merk vaksin, yang penting adalah vaksin meningitis.

"Jadi lebih logisnya, Arab Saudi juga menerapkan yang penting harus divaksin Corona. Adapun apa bentuk vaksinnya, harapan kami, pemerintah Arab Saudi tidak memberatkan vaksinnya harus sesuai arahan Saudi. Itu harapan kami sebagai penyelenggara kepada jemaah umroh nantinya," kata dia.



Simak Video "Menlu Arab Saudi Datang Kantor Menlu AS, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA