Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Agu 2021 18:03 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Asing Nilai Wisata Indonesia Keren, Tapi Kurang Oke Soal COVID

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya.
Nia Niscaya (Dok. Kemenparekraf)
Jakarta -

Pandemi membuat pariwisata Indonesia belum bisa dinikmati wisatawan asing seperti sebelumnya. Namun sebenarnya, bagaimana pariwisata Indonesia dipersepsikan oleh wisatawan asing?

Berdasarkan data Sprinkl, Social Analytic mengenai sentimen pasar terhadap Indonesia para periode Juli 2021, persepsi warga negara asing mengenai pariwisata Indonesia berada di atas angka 50 persen.

"Ini gambar secara umum, bagaimana Australia, China, Prancis melihat Indonesia. Ketika bicara tourism persepsinya 50 persen ke atas, ketika penanganan COVID, di bawah 50 persen," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya dalam Pra Rakornas Kemenparekraf.

Sentimen pasarSentimen pasar terhadap Indonesia Foto: (Kemenparekraf)

Ketika kedua digabungkan, maka hampir semuanya berwarna merah, yaitu menunjukkan angka di bawah 50 persen.

"Artinya apa? bicara pariwisata persepsi pariwisata sangat ditentukan oleh penanganan COVID-19. jadi Mudah mudahan ini bisa dibantu," tambah Nia.

Nia menuturkan, informasi di media sosial akan mempengaruhi kepercayaan dari wisatawan mancanegara, begitu juga wisatawan nusantara. Jadi, kiriman di media sosial yang positif tentu akan mempengaruhi persepsi mereka.

"Kalau kita posting tolonglah hal yang positif-positif, tidak harus berbohong, tetapi hal yang positif hal yang membuat orang trust, kita membangun trust, getting trust karena ini adalah the capture, sebuah tools," katanya.

"Ini adalah tentang persepsi, yang diperlukan sekarang adalah bagaimana kita mendapatkan kepercayaan dari pasar baik pasar mancanegara maupun nusantara," ungkap Nia.

Dalam rangka membangun kepercayaan tersebut, Kemenparekraf juga mengkampanyekan Indonesia Care, yaitu strategi komunikasi yang diperuntukkan untuk wisman dan wisnus untuk mengumpulkan trust destinasi pariwisata serta membuktikan bahwa seluruh tempat usaha sektor parekraf telah tersertifikasi dan mengutamakan prinsip-prinsip CHSE. Ada dua tagar, yaitu diIndonesiaAja untuk pariwisata dan BeliKreatifLokal untuk ekonomi kreatif.



Simak Video "Kemenparekraf Siap Deportasi Wisatawan di Bali yang Tak Patuh Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA