Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Agu 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Banding-bandingkan Harga Tes PCR di Indonesia dan Negara Lain

Femi Diah
detikTravel
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan testing COVID-19 sebanyak 400 ribu per hari.
Ilustrasi tes PCR (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Harga tes PCR di India yang jauh lebih murah ketimbang di Indonesia membuat netizen gaduh. Berapa sih harga tes PCR di negara lain?

Tes PCR di Indonesia berkisar antara Rp 700 ribu hingga tembus lebih dari Rp 1 juta. Memang ada yang menyediakan tes PCR dengan harga lebih murah, misalnya Lion Air, tapi ada syarat yang harus harus dipenuhi, yakni hanya berlaku khusus untuk calon penumpang yang mempunyai tiket pada penerbangan Lion Air Group (Lion Air, Wings Air dan Batik Air).

Harga untuk tes antigen pun tidak murah-murah amat, berkisar antara 79 ribu hingga Rp 200 ribu.

Mahalnya harga tes PCR dan antigen itu menjadi penyebab pemeriksaan penyebaran virus Corona di Indonesia lambat. Boleh dibilang hanya mereka yang membutuhkan sebagai kelengkapan administrasi yang bakal ngotot untuk mendapatkan tes PCR atau antigen itu.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo sampai memerintahkan biaya tes PCR Corona turun menjadi Rp 450 atau Rp 550 ribu. Itu agar pemeriksaan bisa dilakukan lebih banyak lagi.

Dengan nominal itu saja, harga tes PCR di Indonesia sudah lebih tinggi ketimbang negara lain. Termasuk, negara terdekat Malaysia. Bahkan, sejumlah negara Eropa juga membanderol harga tes PCR dan antigen lebih murah ketimbang Indonesia padahal untuk turis asing.

Berikut kisaran harga tes PCR Covid-19 di 10 negara selain Indonesia:

1. India

Dikutip dari Indiatoday, pemerintah India menentukan harga tes PCR mulai 4 Agustus menjadi 500 rupee atau sekitar Rp 96 ribu. Harga itu turun dari yang sebelumnya di kisaran 800 rupee atau Rp 150 ribu.

Untuk antigen, pemerintah menetapkan harga tes cepat berada di angka 300 rupee atau sekira Rp 58 ribu.

Selain menurunkan harga tes PCR dan antigen, pemerintah India juga menginstruksikan seluruh laboratorium untuk memastikan bahwa proses dari pengambilan sampel hingga pemberian dan pelaporan bisa diselesaikan dalam tempo 24 jam.

2. Jerman

Dikutip dari schengenvisainfo.com, Jerman disebut-sebut sebagai negara yang memberikan harga termahal di Eropa buat tes PCR dan antigen buat traveler. Sekali tes antara 128 euro sampai 150 euro atau di kisaran Rp 2,1 juta hingga Rp 2,5 juta.

Dari beberapa sumber klinik di Berlin, tes PCR untuk warga lokal ditawarkan dengan harga beragam sesuai dengan lamanya hasil bisa didapatkan. Sebagai gambaran tes PCR dihargai 49,9 euro atau Rp 849 ribu dengan hasil keesokan harinya, kemudian 69,9 euro (Rp 1,1 juta) hingga 99,99 euro (Rp 1,6 juta) tergantung berapa jam hasil yang akan diberikan.

3. Italia

Italia merupakan salah satu negara yang memberikan tes PCR murah di klinik swasta. Bahkan, traveler bisa mendapatkan tes PCR gratis di rumah sakit umum.

Dikutip dari schengenvisainfo.com, pelancong cuma perlu membayar 20 euro atau sekitar Rp 338 ribu sampai 30 euro atau sekitar Rp 500 ribu di klinik, farmasi, laboratorium medis.

4. Ukraina

Merujuk beberapa situs, Ukraina rata-rata menawarkan biaya tes PCR sebesar 1200 hryvnia atau Rp 654 ribu hingga 1500 hryvnia (Rp 800 ribu).

Harga tes PCR di dua bandara ibukota Kiev bisa lebih murah. Di bandara utama Boryspil, biaya tes PCR berkisar antara 610 hingga 700 hryvnia (Rp 322 ribu hingga Rp 376 ribu). Di bandara Sikorsky, biaya tes PCR untuk hasil 6 jam ada pada angka 900 hryvnia atau Rp 483 ribu.

5. Rusia

Mengutip situs informasi penerbangan Skytrax, biaya PCR di bandara-bandara negara itu berkisar mulai dari USD 22 (Rp 316 ribu) hingga USD 30 (Rp 431 ribu).

Di bandara Sheremetyevo Moskow, harga tes PCR USD 36 atau sekitar Rp 517 ribu dengan menunggu hasil tes cuma dua jam.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA