Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Agu 2021 15:07 WIB

TRAVEL NEWS

Presiden Jokowi dan Baju Adat Baduy Sederhana yang Dipakainya

Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menarik perhatian publik dengan mengenakan baju adat suku Baduy saat menghadiri Sidang Tahunan MPR. Seperti apa kisahnya?

Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD jadi sorotan karena Presiden Jokowi datang dengan mengenakan baju adat. Kali ini, baju adat suku Baduy dipilih Presiden Jokowi. Apa alasannya?

Rupanya Presiden Jokowi memang menyukai desain baju adat Baduy yang sederhana, sesuai dengan citra yang selama ini melekat kepada sang presiden.

"Busana yang saya pakai ini adalah pakaian adat suku Baduy. Saya suka karena desainnya yang sederhana, simpel dan nyaman dipakai," kata Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2021 seperti disiarkan secara virtual, Senin (16/8/2021).

Presiden Jokowi terlihat memakai telekung, baju kutung, dan tas selempang. Telekung adalah ikat kepala, kadang disebut 'koncer' atau 'roma'. Ikat kepala ini merupakan hasil tenun khas dari masyarakat suku Baduy.

BANTEN, INDONESIA - FEBRUARY 07:  A member of the traditional Baduy (or Badui) tribe walks on the bamboo bridge in the village in the hilly forest area of the Kendeng mountains on February 7, 2010 in Banten, Indonesia. The traditional community consists of around 5000-8000 people spread acorss a hilly area of just 50 square kilometres. The religion of the Baduy people, known as Agama Sunda Wiwitan, combines elements of Hinduism, Buddhism and traditional beliefs, including various taboos such as not eating food at night, touching money, accepting gold or silver or even cutting their hair.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)Suasana Suku Baduy Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti

Sedangkan Kutung adalah baju putih berlengan panjang tanpa kerah, lazim juga disebut sebagai 'jamang sangsang'. Namun, kutung yang dipakai Jokowi kali ini adalah baju berwarna gelap.

Baju adat yang dipakai Presiden Jokowi ini biasa kita lihat dipakai juga oleh masyarakat suku Baduy Luar. Suku Baduy sendiri memang dibedakan menjadi 2 yaitu suku Baduy Luar dan suku Baduy Dalam.

Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari baju yang dikenakan. Suku Baduy Luar biasa mengenakan baju berwarna gelap seperti hitam atau biru dongker.

Sedangkan khusus untuk suku Baduy Dalam biasanya mengenakan baju berwarna putih. Filosofi warna putih yang dipakai suku Baduy Dalam melambangkan kesucian dan budaya yang tidak terpengaruh dari dunia luar.

BANTEN, INDONESIA - FEBRUARY 07:  A member of the traditional Baduy (or Badui) tribe walks on the bamboo bridge in the village in the hilly forest area of the Kendeng mountains on February 7, 2010 in Banten, Indonesia. The traditional community consists of around 5000-8000 people spread acorss a hilly area of just 50 square kilometres. The religion of the Baduy people, known as Agama Sunda Wiwitan, combines elements of Hinduism, Buddhism and traditional beliefs, including various taboos such as not eating food at night, touching money, accepting gold or silver or even cutting their hair.  (Photo by Ulet Ifansasti/Getty Images)Suku baduy dalam Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti

Jaro Saija sebagai Kepala Desa Ciboleger turut bangga baju adat Baduy dikenakan oleh orang nomor 1 di Indonesia itu. Jaro Saija sendiri lah yang menyiapkan baju adat untuk Presiden Jokowi.

"Bangga, RI 1 nu ieu (pakai baju khas Baduy)," kata Kepala Desa Ciboleger Jaro Saija kepada detikcom di Lebak, Senin (16/8/2021).

"Meuli sih ka dieu ajudana, ka urang. (beli ke sini ajudannya, ke saya). Jauh-jauh hari kan nelpon, tapi diambil ka dieu (ke sini)," tutup Saija.



Simak Video "Kapolri Minta Polisi Humanis Sikapi Warga Beraspirasi saat Kunker Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA