Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 22 Agu 2021 08:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kasian Atlet Ini, Mau Tanding Paralimpiade, eh Kursi Rodanya Rusak di Pesawat

bonauli
detikTravel
Patrick Flanagan atlet renang paralimpiade
Patrick Flanagan atlet renang paralimpiade (Patrick Flanagan/Twitter)
Dublin -

Barang rusak di bagasi adalah cerita klasik. Sialnya, ini terjadi pada atlet difabel yang bakal bertanding di Paralimpiade.

Pengalaman kurang menyenangkan itu dialami Patrick Flanagan, seorang atlet Paralimpiade asal Irlandia. Dia hendak bertanding di Paralimpiade Tokyo 2020.

Patrick perenang difabel kategori S6 yang akan tampil di nomor 100m gaya punggung dan 400m gaya bebas. Dia membutuhkan kursi roda khusus untuk mobilitasnya.

"Kemarin saya mendarat di Bandara Heathrow London di tengah perjalanan saya ke Tokyo untuk Paralimpiade," kata Patrick seperti dikutip dari Irish Post.

Saat keluar dari pesawat, Patrick menerima kembali kursi rodanya. Namun, kursi rodanya sudah hancur.

Ini membuat Patrick kecewa berat.

Sebelum berangkat Patrick sudah memberikan keterangan bahwa kursi roda tersebut akan masuk dalam bagasi oversized dengan izin dari berbagai pihak. Kursi roda tersebut dibuat spesial agar bisa menyangga tulang belakangnya, sehingga memberikan kenyamanan saat lomba.

"Kursi saya hancur. Padahal, kursi ini bagaikan kemerdekaan untuk saya beraktivitas, tapi dibuat hancur begini," dia mengeluhkan.

Patrick langsung mencurahkan isi hatinya lewat Twitter. Patrick tak lupa menyertakan foto kursi roda yang tak bisa berjalan dan sudah bengkok sana-sini. Cuitannya mendapat tanggapan dari Bandara Dublin, bandara keberangkatannya.

"Sangat menyesal mendengar ini. Maskapai penerbangan Anda berada di tempat terbaik untuk merespons dan bertanggung jawab untuk menangani bagasi Anda," tulis Bandara Dublin.

Namun, cuitan tersebut langsung dihapus karena dianggap menyinggung sang atlet. Bandara Dublin dikritik karena menyebut kursi roda sebagai bagian dari bagasi. Padahal, barang tersebut sangat penting bagi penumpang difabel.

"Permintaan maaf. Tentu saja kami tidak bermaksud menyinggung kursi roda sebagai bagasi. Kami dengan tulus menyesalinya. Kami telah menghubungi Patrick dan akan menindaklanjuti secara langsung."

Bandara Dublin bersedia untuk mencoba memperbaiki keadaan dan mencarikan solusi. Setelah disepakati, Bandara Dublin setuju untuk menerbangkan kursi roda cadangan Patrick.

"Tidak semua pengguna kursi roda beruntung untuk memiliki cadangan. Intinya tetap sama, ini tidak boleh terjadi lagi," tulis Patrick.

Semoga sukses di Paralimpiade Tokyo, Patrick!



Simak Video "Peneliti Mesir Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Dikendalikan 'Otak'"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA