Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Agu 2021 06:11 WIB

TRAVEL NEWS

Seberapa Kaya Ladang Opium Sumber Uang Taliban?

bonauli
detikTravel
mie dengan campuran opium
Bunga Popi (Istimewa)
Kabul -

Taliban kembali menguasai Afghanistan. Dari mana Taliban bisa mendapatkan uang sebelum menguasai Afghanistan?

Kekacauan di Afghanistan menyayat hati banyak orang. Tembakan, teriakan minta tolong, dan aksi melarikan diri menjadi kabar yang terus-menerus muncul dari Afghanistan sejak dikuasai Taliban pekan lalu.

Dilansir dari Reuters, semua aksi yang dilakukan oleh Taliban bukanlah 'pertunjukan kecil'. Semua itu bisa terlaksana karena adanya dana besar yang mengalir deras ke kantong mereka.

Sejumlah badan intelijen asing memperkirakan bahwa Taliban memiliki sumber finansial mandiri. Sumber finansial ini menghasilkan uang USD 300 juta USD hingga USD 1,6 miliar per tahun atau sekitar Rp 4,3-23 triliun per tahun.

Dana dan aset Taliban ini memang belum dipastikan akurat. Namun, yang sudah dipastikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juni 2021 adalah bahwa sebagian uang ini berasal dari aktivitas kriminal.

Aktivitas kriminal yang dimaksud adalah produksi opium, perdagangan dan penyelundupan narkoba, pemerasan, penculikan dan pembajakan. Namun yang paling mencolok adalah opium.

Nama Afghanistan memang terlanjur lekat sebagai pemasok opium ilegal terbesar di dunia. Kalau Taliban berkuasa, bisnis ini diramalkan akan meningkat.

Dari data yang terkumpul, potensi produksi opium di Afghanistan diperkirakan bisa mencapai 6.300 ton. Itulah bisa-bisanya pembiayaan senjata terus berjalan tanpa hambatan.

Opium adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang. Setelah disuling, getah ini menjadi bahan baku berbagai narkoba, salah satu yang populer ialah heroin.

Opium biasanya ditanam di pegunungan kawasan subtropis. Di samping dampak buruknya, bunga opium atau bunga popi yang sedang mekar berwarna kemerahan dan indah dipandang.

Mengutip data Survei Opium Afghanistan 2020 dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), total area budidaya opium di Afghanistan sekitar 224 ribu hektare pada tahun 2020, yang merupakan peningkatan 37 persen atau 61 ribu hektare jika dibandingkan dengan 2019.

Bisa dibilang, hampir seluruh provinsi provinsi utama di Afghanistan memiliki ladang opium. Wilayah barat daya tetap menjadi wilayah penghasil opium utama negara itu, yang menyumbang 71 persen dari total produksi opium di Afghanistan.

Jumlah provinsi bebas opium di Afghanistan menurun dari 13 menjadi 12 pada 2020, dengan Provinsi Kapisa di timur laut kehilangan status bebas opium.



Simak Video "Pendiri Taliban Bantah Diisukan Terbunuh Gegara Bentrok Internal"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA