Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Sep 2021 15:33 WIB

TRAVEL NEWS

PHRI Harapkan Okupansi Meningkat di Pekan Kedua Ujicoba 2 Wisata Bandung

Muhammad Iqbal
detikTravel
Kawah Putih Ciwidey
Foto: Kawah putih (Anissantosoo/d'Traveler)
Jakarta -

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung berharap ada efek positif dari ujicoba dibukanya dua tempat wisata pada pekan kedua. Pasalnya, pada pekan pertama okupansi hotel dan restoran dinilai masih rendah.

Sebelumnya, ada dua tempat wisata di Kabupaten Bandung yang dibuka bersama 18 tempat wisata lainnya yang dibuka di Pulau Jawa. Di antaranya Kawah Putih dan Glamping Lakeside Rancabali.

Ketua PHRI Kabupaten Bandung Use Juhaya menyambut baik dibukanya dua tempat wisata di Kabupaten Bandung tersebut. Dia mengaku, pembukaan tersebut telah dinanti-nanti oleh para pelaku bisnis perhotelan dan restoran di Kabupaten Bandung.

Pasalnya, hotel dan restoran yang berada di kawasan wisata sangat tergantung dengan kedatangan wisatawan.

"Pertama saya ucapkan terima kasih kabupaten Bandung yang membuka lokasi wisata favorit atas rujukan dari pusat, yakni Glamping dan Kawah Putih. Terus terang saja itu disambut gembira. Hotel dan restoran di kawasan itu saat ditutup nyaris sepi, jarang pengunjung," ujar Use saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/9/2021).

Use menuturkan bahwa jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Bandung belum begitu banyak. Sedikitnya wisatawan pun berdampak pula pada okupansi hotel dan restoran.

"Ada peningkatan, cuman belum banyak. Hotel masih di bawah 10 persen. Kalau restoran masih turunlah," ujarnya.

Dirinya bersama pengusaha hotel dan restoran lainnya berharap ada peningkatan pengunjung wisatawan yang nantinya berdampak pula pada meningkatnya okupansi terhadap hotel dan restoran.

"Mudah mudahan pekan ini. Mungkin juga informasi sudah merata, diharapkan mulai ada geliat lagi. Kemarin kan belum lama dibukanya, jadi belum signifikan," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masih minimnya wisatawan pada pekan lalu. Di antaranya, informasi dibukanya tempat wisata masih rendah.

Kemudian, sejumlah aturan seperti penggunaan aplikasi, kewajiban wisatawan divaksin, serta dilarangnya anak 12 tahun ke bawah untuk bisa masuk ke tempat wisata menjadi kendala tersendiri.

"Jadi mereka balik kanan karena banyak wisata yang membawa anak atau cucunya, itu jadi kendala," paparnya.



Simak Video "Perjuangan Pengelola Hotel di Anyer Hadapi Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA