Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Sep 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Stasiun Manggarai, Saksi Bisu Misi Rahasia Sukarno dan Pemuda Pejuang

Putu Intan
detikTravel
Stasiun Manggarai
Stasiun Manggarai. Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Di balik hiruk pikuk Stasiun Manggarai sebagai stasiun transit terdapat sejarah panjang yang tersimpan di sana. Termasuk kisah heroik para pemuda membantu Sukarno kabur ke Yogyakarta.

Stasiun Manggarai berdiri sejak tahun 1918. Stasiun itu dibangun oleh perusahaan kereta api Staatssporwegen (SS).

Diberi nama Manggarai karena stasiun ini berada di wilayah perkampungan masyarakat asal Manggarai, Flores. Wilayah itu juga dikenal sebagai pasar budak yang berasal dari Manggarai.

Selain difungsikan sebagai pelayanan perjalanan kereta, SS juga membangun Stasiun Manggarai dengan dilengkapi bengkel besar. Di sanalah tempat dilakukan perakitan ulang kereta, gerbong, hingga lokomotif uap.

Stasiun yang dulunya milik Hindia Belanda itu, pada September 1945 diambil alih oleh puluhan ribu pemuda dan buruh kereta api. Mereka sebelumnya melakukan aksi long march dari Stasiun Jakarta Kota dan berakhir di Manggarai.

Stasiun ManggaraiStasiun Manggarai. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Tak sampai di situ, Stasiun Manggarai kemudian menjadi saksi bisu dari misi rahasia pemuda membantu Presiden RI Sukarno dan rombongan memindahkan ibu kota ke Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi pada 3 Januari 1946 ketika Belanda yang membonceng Sekutu hendak merebut kembali Indonesia.

Para pemuda menyusun Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Manggarai. Rangkaian kereta api itu harus sudah rampung sebelum malam.

Untuk menghalangi pandangan dari pintu stasiun, deretan gerbong barang diletakkan di sepanjang Jalur 1. Kemudian KLB bergerak menuju rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur melalui Jalur 4.

Kereta yang masih ditarik lokomotif digerakkan secara perlahan dan lampunya dimatikan agar tak menimbulkan kecurigaan dari tentara Belanda.

Dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams diceritakan detik-detik dilaksanakannya misi menegangkan tersebut. Soekarno menyebut mereka harus bergerak cepat dan hati-hati, bahkan sampai menyusup ke gerbong tanpa bernapas.

Kini, Stasiun Manggarai menjadi stasiun penting di Jabodetabek. Di sana terdapat 9 jalur kereta yang dilalui KRL maupun kereta jarak jauh.

Kereta cepat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga melewati stasiun ini. Bahkan kini sedang dibangun juga 10 jalur kereta baru di bagian atas stasiun. Di masa depan, stasiun kereta itu benar-benar akan menjadi hub dan begitu diandalkan.



Simak Video "Bagaimana Progres Kawasan Integrasi di Stasiun Manggarai?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA