Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Sep 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Luhut Antisipasi Serangan Varian Mu, Akses Masuk RI Dibatasi

Tim detikcom
detikTravel
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan (YouTube Kemenko Marves)
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan (YouTube Kemenko Marves)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah akan memperketat pintu masuk ke Indonesia. Sebagai langkah untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19.

Dunia sedang siaga dengan varian baru Mu virus Corona. Luhut bilang salah satu risiko munculnya varian baru Covid-19 dapat berasal dari luar negeri.

"Kita tidak juga ingin kecolongan luasnya varian baru, seperti Mu dan Lambda, masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, untuk mencegah itu terjadi, pemerintah akan membatasi pintu masuk internasional ke Indonesia," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9/2021).

Luhut menyebut pemerintah bakal memperketat proses karantina WNA maupun WNI dari luar negeri.

Ia bilang khusus pintu masuk udara hanya akan dibuka di Jakarta dan Manado. Adapun, pintu masuk jalur laut hanya dibuka di Batam dan Tanjung Pinang, serta jalur darat di Aruk, Entikong, Nunukan, dan Motaain.

"Ini kita belajar peristiwa lalu di mana kita lakukan mungkin kesalahan. Kita tidak ingin ulangi kesalahan. Proses karantina dijalankan ketat tanpa kecuali, dengan waktu karantina delapan hari, PCR 3 kali. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing di pintu masuk darat," kata Luhut.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyampaikan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, para anggota kabinet diminta untuk mewaspadai gelombang baru Covid-19.

Ia menyebut pemerintah telah mempelajari sebuah studi tentang kunci penanganan gelombang baru. Dalam studi itu, salah satunya disarankan agar kasus ditahan pada angka 10 per 1 juta penduduk, atau dalam kasus Indonesia, yakni 2.700-3.000 kasus.

"Kasus rendah ini betul-betul kami manfaatkan untuk konsolidasi. Oleh karena itu jangan cepat euforia karena sangat mungkin terjadi hal-hal di luar dugaan kita, karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai delta variant atau sebangsanya," kata Luhut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Luhut: Potensi Industri Game Indonesia Capai US$ 2 miliar"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA