Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 25 Sep 2021 22:12 WIB

TRAVEL NEWS

Enggak Nyanyi, Erix Soekamti Bagi-bagi Trik Pemasaran Digital Wisata

Eko Susanto
detikTravel
Erix Soekamti dan Tumpeng Menoreh
Erix Soekamti (Eko Susanto/detikcom)

Erix Soekamti menuturkan pembangunan Tumpeng Menoreh tersebut dimulai pada saat pandemi. Ini dilakukan karena jobs manggung yang mulai sepi, kemudian Erix memilih cara untuk tetap survive di tengah situasi pandemi dengan membuat Tumpeng Menoreh.

"Ya makanya itu, saya bilang tadi modus survival. Karena saya harus survive, wong musik nggak bisa menghidupi saya lagi, perlu adanya tindakan survival tadi. Ini modus survive saya," tuturnya.


Tumpeng Menoreh merupakan kolaborasi dengan Bumdes Argo Inten Desa Ngargoretno. Nantinya Tumpeng Menoreh ini masih akan dikembangkan. Kemudian, sekalipun pengunjung telah banyak yang datang, Erix mengaku belum puas.

"Belum (puas), Tumpeng Menoreh itu sebenarnya belum jadi. Belum dan kami masih belajar. Memang dalam zona-zona saya buat kan baru 10 persen. Yang terealisasi baru kuliner Gelangprojo (Magelang, Kulon Progo, Purworejo) yaitu Tumpeng Menoreh," ujarnya.

Dalam pengembangan kedepannya nantinya ada Tumpeng Ayu, Tumpeng Playground, Tumpeng Train dan sebagainya. Nantinya terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang ada.

"Ke depannya terus dikembangkan sebisa mungkin memanfaatkan lahan yang tidak produktif, yang belum terpakai. Jadi sebisa mungkin, semaksimal mungkin," ujarnya.

Erix Soekamti dan Tumpeng MenorehTumpeng Menoreh Foto: Eko Susanto/detikcom



Terpisah, Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein mengatakan Tumpeng Menoreh ini merupakan salah satu resto yang berada di Desa Wisata Ngargoretno. Kemudian sekalipun masih baru, keberadaan pengunjung yang datang dari mana-mana.

"Kalau kita hubungkan dengan pelatihan, tentunya ini contoh pemasaran yang berhasil. Mas Erix Soekamti ini bukan praktisi, beliau benar-benar pelaku untuk pemasaran lebih-lebih pemasaran digital," kata Husein.

Husein menuturkan Tumpeng Menoreh dengan pemasaran digital secara masif dan kemudian dalam waktu sekejap dikenal di seluruh Indonesia.

"Tumpeng Menoreh dengan pemasaran digital adalah daya tarik yang berhasil memasarkan secara masif dan dalam waktu sekejap dikenal oleh seluruh Indonesia. Yang hadir di Tumpeng Menoreh kelihatan sekali variatif dari berbagai daerah di luar Jawa Tengah," ujarnya.


Dia berharap para peserta pelatihan diajak untuk melihat dan mencontoh dalam memasarkan produk secara digitalisasi. Nantinya apa yang diperoleh dalam pelatihan tersebut diaplikasikan dalam mempromosikan produknya.

"Harapannya untuk diterapkan di daya tarik wisata para pelaku dan juga bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan," kata dia.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Terjun ke Dunia Kuliner dan Wisata, Ini Alasan Erix Soekamti"
[Gambas:Video 20detik]

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA