Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Sep 2021 06:41 WIB

TRAVEL NEWS

Hutan Warisan UNESCO Akhirnya Pulang ke Pelukan Suku Aborigin

Putu Intan
detikTravel
Daintree
Hutan Daintree. Foto: Getty Images
Brisbane -

Hutan Daintree di Queensland akhirnya sepenuhnya dimiliki masyarakat adat Aborigin. Hutan yang menjadi situs Warisan Dunia UNESCO itu berusia lebih dari 180 juta tahun.

Dilansir dari CNN, Kamis (30/9/2021) Hutan Daintree sekarang dimiliki dan dikelola orang-orang Kuku Yalanji Timur bersama pemerintah negara bagian Queensland, Australia. Hutan ini merupakan kawasan taman nasional yang berbatasan dengan Great Barrier Reef dan menjadi lokasi wisata favorit.

Daintree dikenal akan ekosistem dan keindahan alamnya. Di sana terdapat pemandangan hutan, sungai, air terjun, ngarai, dan pantai pasir putih.

Tak hanya Daintree, masyarakat adat juga kini memegang kepemilikan Cedar Bay (Ngalba Bulal), Black Mountain (Kalkajaka), dan Hope Islands. Jika tempat-tempat itu digabungkan, luas areanya mencapai lebih dari 160.000 hektar.

Saat menyerahkan kepemilikan resmi Daintree kepada orang-orang Kuku Yalanji Timur, pemerintah Queensland mengakui hutan ini sebagai salah satu budaya hidup tertua di dunia.

"Perjanjian ini mengakui hak mereka untuk memiliki dan mengelola daerah mereka, untuk melindungi budaya mereka, dan untuk membaginya dengan pengunjung saat mereka menjadi pemimpin dalam industri pariwisata," kata Menteri Lingkungan Meaghan Scanlon.

Sebelum akhirnya diserahkan, terjadi diskusi bertahun-tahun antara kedua belah pihak. Negosiator Chrissy Grant menjelaskan bahwa orang-orang Kuku Yalanji Timur ingin mengelola hutan hujan tropis tersebut.

"Orang Bama di seluruh daerah tropis basah secara konsisten tinggal di dalam hutan hujan. Itu sesnidri adalah sesuatu yang cukup unik untuk situs Warisan Dunia," kata dia.

Wilayah Daintree masuk dalam Warisan Dunia pada tahun 1998 setelah adanya kampanye melawan pembalakan dan pembukaan lahan di Canberra yang didukung pemerintah negara bagian itu.

UNESCO sendiri menyebut Daintree sebagai situs yang sangat penting karena menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati yang unik. Di sana tinggal 3.000 spesies tanaman, 107 jenis mamalia, 368 jenis burung, dan 113 spesies reptil.

Daerah ini juga merupakan lahan terluas di Australia yang terus dipertahankan sebagai hutan hujan. Jika merunut sejarahnya, area ini merupakan peninggalan hutan Gondwanan yang menutupi Australia dan sebagian Antartika sebelum kedua benua terpecah 50-100 juta tahun lalu.



Simak Video "Penemuan Balita yang Tersesat di Hutan Australia Selama 3 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA