Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Okt 2021 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Hotel Biasa, Ini 'Hotel' Lebah

Femi Diah
detikTravel
Photo of a beekeeper checking frames with bees from the beehive
Ilustrasi sarang lebah (Getty Images/AleksandarNakic)
Jakarta -

Sebuah keluarga di Kroasia membuka hotel yang tidak biasa, hotel lebah. Cara jitu mengajak siapapun untuk beternak dan mengenal lebah lebih dekat.

Domagoj Balja-lah yang membuat inovasi membuka hotel lebah. Dia menawarkan sarang lebah produktif untuk dijual kepada warga dan turis yang ingin memelihara lebah tetapi tidak memiliki waktu atau tempat untuk merawat penyerbuk kecil itu.

Domagoj bilang usaha tersebut menanggapi keingintahuan pembeli madu tentang cara pembuatan madu. Dia sekaligus ingin membuktikan madu-madu yang dijualnya adalah produksinya sendiri.

"Kami sering ditanya, "Apakah madu Anda benar-benar buatan sendiri?'... Sebagai peternak lebah berpengalaman, kami merasa agak kesal, bahkan tersinggung," kata Mamagoj seperti dikutip Reuters.

"Kemudian, saya dan istri saya mendapatkan ide untuk membuat orang-orang belajar cara kerja menghasilkan madu dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memiliki sarang lebah sendiri," kata Mamagoj.

Keluarga Mamagoj yang tinggal di Garesnica, di timur laut Kroasia itu, menawarkan hotel lebah kepada orang-orang itu dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Mereka yang tertarik untuk memiliki hotel lebah itu cuma perlu membayar uang senilai 2.500 kuna atau setara dengan Rp 5,5 juta.

"Mereka bisa membeli sarang lebah dari kami yang kemudian kami rawat, dan selama tiga tahun itu, setengah dari produksi madu adalah milik mereka," kata Mamagoj.

"Kami bersama-sama mengumpulkan madu dari sarangnya. Di musim bagus, satu sarang lebah bisa menghasilkan sekitar 30 kilogram madu (setahun)," dia menambahkan.

Terobosan itu cukup diminati. Saat ini dia memiliki 25 penyewa hotel lebah. Sebagian besar berasal dari kota-kota Kroasia, beberapa datang dari tempat yang lebih jauh, termasuk seorang pilot dari Dubai dan seorang pelatih sepak bola dari Jeddah.

"Aspek pekerjaan kami ini sebenarnya bukan tentang mengumpulkan keuntungan, tetapi tentang mengajari orang-orang tentang peternakan lebah," kata Mamagoj.

Pemilik dapat membawa sarangnya ke tempat lain setelah tiga tahun, meskipun mungkin tidak mudah untuk menemukan tempat lain.

Nena Salopek membeli sarang lebah tahun lalu dan telah memanen 4 kg madu untuk dirinya sendiri.

"Rasanya sempurna memiliki hotel lebah," kata Nena.

Mamagaoj mengatakan tahun ini adalah yang terburuk untuk produksi madu selama beberapa dekade. Sebabnya, bisa-bisanya muncul salju dan hujan es di musim semi.

"Di musim semi, kami harus memberi makan lebah agar tidak kelaparan, yang tidak pernah terjadi pada kami sebelumnya," kata dia.



Simak Video "Berinteraksi Langsung Dengan Lebah Madu di Peternakan Lebah Kota Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA