Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Okt 2021 11:17 WIB

TRAVEL NEWS

Disebut Tercemar Paracetamol, Amankah Wisata di Teluk Jakarta?

Warga sekitar mengaku tak mencium adanya bau obat di sekitar laut Muara Angke. Justru warga hanya mencium adanya aroma limbah solar.
Ilustrasi air di kawasan Muara Angke (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Kawasan Teluk Jakarta disebut memiliki kandungan paracetamol yang tinggi. Aman gak ya wisata di Teluk Jakarta? Ini kata peneliti.

Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasiona (BRIN) dan University of Brighton UK merilis hasil dari studi pendahuluan ( preliminary study) mengenai kualitas air laut di beberapa situs terdominasi limbah buangan.

Hasil studi tersebut dimuat dalam jurnal Marine Pollution Bulletin berjudul High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia. Hasil riset Dr Wulan Koagouw (BRIN, UoB), Prof Zainal Arifin (BRIN), Dr George Olivier (UoB) dan Dr Corina Ciocan (UoB) ini menginvestigasi beberapa kontaminan air dari empat lokasi di Teluk Jakarta seperti Angke, Ancol, Tanjung Priok dan Cilincing. Serta satu lokasi di pantai utara Jawa Tengah yakni Pantai Eretan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, paracetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Konsentrasi Parasetamol yang cukup tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.

Parasetamol merupakan salah satu kandungan yang berasal dari produk obat atau farmasi yang sangat banyak dikonsumi oleh masyarakat Indonesia secara bebas tanpa resep dokter.

"Hasil penelitian awal yang kami lakukan ingin mengetahui apakah ada sisa parasetomol yang terbuang ke sistem perairan laut," papar Zainal Arifin sebagai salah satu anggota tim peneliti dari BRIN dalam surat keterangan yang diterima detikTravel, Senin (4/10/2021).

"Kami melakukan dua lokasi utama, yaitu di Teluk Jakarta dan Teluk Eretan. Kosentrasi paracetamol tertinggi ditemukan di pesisir Teluk Jakarta, sedangkan di Teluk Eretan tidak terdeteksi alat,"

Zainal menjelaskan, bahwa secara teori sumber sisa paracetamol yang ada di perairan teluk Jakarta dapat berasal dari tiga sumber, yaitu: ekresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan, rumah sakit dan industri farmasi.

Selanjutnya: Efeknya pada lingkungan dan manusia

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tingkat Konsumsi Paracetamol Pengaruhi Pencemaran Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA