Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Okt 2021 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Buntung Peruntungan Waterpark Saat Pandemi

Transera Waterpark
Foto: Transera Waterpark (Tasya Khairally/detikcom)
Bekasi -

Waterpark merupakan objek wisata favorit anak-anak. Itu dulu sebelum pandemi. Kini selama wabah, waterpark kesulitan membiayai operasional.

Keriaan anak-anak dan keluarga saat bermain air masih lekat betul di dalam ingatan General Manager Transera Waterpark, Zakky. Apalagi, saat akhir pekan.

Harga tiket Rp 150 ribu tampaknya tidak dinilai kemahalan buat pengunjung taman air berkonsep nuansa alam Afrika yang eksotis. Anak-anak tumplek-blek tiap akhir pekan di waterpark yang mengklaim sebagai satu-satunya wahana air dengan dua zona yang berbeda yang berada di kawasan Kota Harapan Indah Bekasi.

Keceriaan itu pudar kini, saat pandemi virus Corona. Dilonggarkannya PPKM belum membuat anak-anak kembali bermain air.

Detiktravel mengunjungi Transera Waterpark di Kota Harapan Indah, Bekasi Senin (4/10/2021). Atau, sekitar sebulan sejak wisata air itu dibuka lagi setelah tutup pada 20 Juni hingga 9 September 2021.

"Anjuran pemerintah ya kita tutup, karena kan memang itu kan buat kebaikan kita bersama. Cuma memang berdampak kepada kami pelaku wisata, khususnya di Bekasi. Selama tutup itu, kami tidak bisa beroperasi tidak ada pemasukan, tapi kami tetap harus menanggung biaya operasional listrik air karyawan dan sebagainya," kata Zakky.

Sudah terlalu berat, Transera pun meminta pemda Bekasi untuk mengizinkan waterpark dibuka kembali. Akhirnya, wisata air ini dibolehkan beroperasi dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Akhirnya, kami mengajukan permohonan kepada pemerintah Bekasi untuk dibuka kembali tapi dengan prokes yang sangat ketat, pas udah diaudit sama mereka prokes ini alhamdulillah kami lolos verifikasi, dengan catatan harus mematuhi prokes yang ketat, terutama untuk kapasitas pengunjungnya, penting sekali," kata Zakky.

"Jadi kami membayangkan, kalau sampai saat ini kita nggak buka, ya mungkin hampir seluruh wisata di Bekasi ribuan karyawan nggak bisa hidup. Yaudah pasti kita nggak bisa bayar gaji listrik air," dia menambahkan.

Kendati kini Transera sudah kembali dibuka, jumlah wisatawan menurun drastis jika dibandingkan dengan sebelum diberlakukannya PPKM, apalagi masa sebelum pandemi.

"Jumlah wisata pasti turun drastis ya, kita pertama juga ada pembatasan pengunjung ya 25 persen. Kalau misalkan yang sekarang sekarang ini dari yang sebelumnya (PPKM level) ya pasti ada pengurangan sekitar 10-15 persen," kata dia.

"(Kalau) dari sebelum pandemi turun drastis, bisa 30-40 persen," dia menambahkan.

Zakky berharap situasi kembali normal. Kini yang bisa dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di kawasan wisata.

"(Harapannya) normal kembali tetap kita sebagai pelaku wisata di Transera Waterpark mematuhi aturan dari pemerintah. Apapun keputusan pemerintah kami dukung, tapi yang penting dari kami pelaku wisata, komitmen menjaga prokes selama pandemi ini ketat, jangan kendor harus yakin dan optimis," kata Zaki.

"Bagaimanapun pandemi ini kan dunia ya, tapi kami pelaku wisata tetap optimistis kita bisa bangkit kembali tanpa mengurangi prokes yang ada," ujar Zaki.



Simak Video "Taman Begonia Bandung, Keindahan Pemandangan Bunga yang Beragam"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA