Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Okt 2021 18:13 WIB

TRAVEL NEWS

Satgas Wanti-wanti Pembukaan Wisata untuk Turis Asing, Harus Belajar dari Turki

Desa Panglipuran Bali
Bali 14 Oktober nanti akan dibuka untuk turis asing Foto: dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 meminta pembukaan kegiatan wisata terutama untuk turis asing dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus. Jangan sampai ada euforia karena menurunnya kasus harian.

"Pembukaan kegiatan wisata untuk turis asing perlu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, persiapan pembukaan pintu masuk negara memerlukan persiapan matang dimulai dari screening ketat pelaku perjalanan dan memastikan protokol kesehatan dengan ketat mulai transportasi, penginapan hingga objek wisata baik oleh turis maupun masyarakat lokal. Pemerintah daerah wajib mengendalikan dan mengawasi jangan sampai pembukaan sektor wisata menyebabkan lonjakan kasus," ujar Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers di akun YouTube BNPB.

Seperti diketahui pemerintah berencana membuka pintu perbatasan untuk turis asing di Bali pada 14 Oktober. Turis asing wajib melakukan karantina selama minimal 8 hari dengan biaya sendiri. Menyambut kedatangan turis asing ke Bali pekan depan, pemerintah menunjuk 35 hotel untuk karantina sebelum perjalanan wisata dilakukan para turis.

Ada beberapa negara yang masyarakatnya diperbolehkan masuk ke Bali. Mulai dari Korea Selatan, China, Jepang, Uni Emirat Arab dan New Zealand.

Wiku mengatakan kegiatan wisata dan juga keagamaan berpotensi meningkatkan penularan. Indonesia pun harus belajar kepada Turki yang sempat kasusnya meningkat lagi setelah kegiatan wisata dibuka untuk turis asing.

"Kenaikan juga terjadi karena dibuka dibukanya akses turis internasional yang tidak dibarengi skrining ketat, kewajiban karantina dan penerapan prokes yang ketat. Turki menghadapi lonjakan kasus ini dengan himbauan masif protokol kesehatan dan meningkatkan vaksinasi, lockdown tidak dilakukan," ujar Wiku.

Dari catatan Wiku, kasus harian di Turki sempat naik 3 bulan, turun 93 persen dalam waktu 3 bulan, kemudian kembali naik hingga sekarang. Selain pembukaan wisata penyebab kenaikan kasus harian adalah varian delta, tradisi berkumpul pada hari raya, dan rendahnya protokol kesehatan.



Simak Video "Jogja yang Masih Sepi dari Turis Asing"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA